Buwas Tak Mau Ada Lagi Operasi Pasar - Kompas.com

Buwas Tak Mau Ada Lagi Operasi Pasar

Kompas.com - 15/05/2018, 10:11 WIB
Ilustrasi: Buruh menurunkan beras Bulog di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (26/7/2017). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Ilustrasi: Buruh menurunkan beras Bulog di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (26/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Bulog akan menghapus sistem operasi.pasar yang biasa dilakukan begitu melihat fenomena pangan di lapangan.

Menurut Direktur Utama Perum Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso, operasi pasar semacam instrumen pemadam kebakaran. Semestinya, kata dia, sebelum "kebakaran", api tersebut harus bisa dicegah.

"Saya tidak ada operasi-operasi, seperti pemadam kebakaran saja. Saya ingin segera ada realisasi dengan ketersediaan barang," ujar pria yang kerap disapa Buwas itu di kantor Perum Bulog, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Dia mengatakan, akan lebih baik jika ada sistem yang mencegah agar segala kemungkinan buruk soal pangan tidak terjadi. Misalnya, untuk mengantisipasi kelangkaan pangan, maka harus dipastikan betul stoknya cukup tersedia.

Baca juga: Buwas: Saya Bakal Dibenci Ibu-ibu kalau Gagal Urusan Beras

"Saya maunya ketika barang ada, tidak dipakai main-main. Masyarakat mau beli apa, hari ini ada," kata Buwas.

Dia mengatakan, stakeholder terkait jangan menunggu muncul masalah baru bergerak. Jelang puasa dan lebaran, bisa diprediksi kebutuhan pangan akan meningkat. Jangan sampai, kata Budi, saat kebutuhan sedang tinggi, suplainya rendah. Hal ini akan berimbas pada kenaikan harga.

"Harga tidak bisa naik kalau ketersediaan cukup. Tentunya kita harus antisipasi barang ini tidak melalui tangan orang lain," ucapnya.

Oleh karena itu, Buwas ingin bahan pokok dikelola sepenuhnya oleh negara. Dengan demikian, mulai dari penyerapan, pengemasan, hingga menentukan harga, dilakukan oleh pemerintah. Dengan demikian, terjadi kestabilan harga dan stok pangan.

"Kita yang punya barang kok, kenapa orang lain yg manfaatkan. Maka negara ini yang harus kendalikan harga, jamin ketersediaan," kata dia.

Kompas TV Hingga tahun 2018 penyerapan gabah, beras dalam negeri yang dilakukan oleh bulog sebesar 678.238 ton gabah beras.



Close Ads X