Belum Tengah Tahun, OJK Catat 78 Entitas Investasi Diduga Abal-abal

Kompas.com - 25/05/2018, 20:15 WIB
Ilustrasi pilihan instrumen investasi THINKSTOCKS/WAVEBREAKMEDIAIlustrasi pilihan instrumen investasi


JAKARTA, KOMPAS.com
—Satgas Waspada Investasi mencatat 78 entitas investasi diduga ilegal atau bodong sepanjang 2018 yang belum juga sampai setengah tahun ini. Angka ini sudah melampaui temuan sepanjang 2017.

"Ada 78 entitas sampai Mei (2018). Pada 2017 ada 80 entitas investasi bodong. Jadi ini menggambarkan di masyarakat kita sangat banyak penawaran (investasi bodong) ini," ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing, di Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Tongam menambahkan, sebagian besar temuan itu bermula dari laporan masyarakat. Namun, masyarakat yang ditengarai menjadi korban tawaran produk tersebut malah diduga tak banyak melapor.

Baca juga: OJK: Kerugian akibat Investasi Ilegal Lebih dari Rp 100 Triliun

"Mereka memberikan informasi bahwa ada penawaran investasi seperti ini, sebagian kami dapat langsung dari berbagai berita media sosial. Banyak korban yang tidak melapor. Ini menjadi keprihatinan kita," ucap Tongam.

Menurut Tongam, ke-78 entitas tersebut dicurigai melakukan investasi ilegal karena tak memiliki surat izin. Selain itu, kegiatan perusahaan ini mencurigakan. Keuntungan besar dengan risiko yang disebut teramat minimal kerap menjadi iming-iming penawaran.

"Jadi penawaran-penawaran forex sangat banyak yang tanpa izin, lalu MLM, dan juga penawaran cryptocurrency. Orang-orang yang ingin mendapatkan keuntungan dari masyarakat ini memanfaatkan kondisi saat ini yang lagi hot," kata Tongam.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir kerugian akibat investasi ilegal atau bodong mencapai Rp 100 triliun.

"Tentunya ini perlu kita cegah," ujar Wimboh di komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat.

Menurut Wimboh, tingkat literasi keuangan masyarakat yang masih rendah menjadi salah satu pendorong investasi ilegal terus bermunculan. Merujuk survei pada 2016, sebut dia, angka literasi keuangan masyarakat ada di level 29,7 persen. 

Ketua Dewan Komisioner otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Wimboh Santoso mengatakan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir kerugian akibat investasi ilegal atau bodong mencapai Rp 100 triliun. "Total kerugian akibat kegiatan investasi ilegal dalam 10 tahun terakhir mencapai lebih dari Rp 100 triliun. Tentunya ini perlu kita cegah," ujar Wimboh di komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "OJK: Kerugian akibat Investasi Ilegal Lebih dari Rp 100 Triliun", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/05/25/150600526/ojk--kerugian-akibat-investasi-ilegal-lebih-dari-rp-100-triliun.
Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Erlangga Djumena




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Spend Smart
Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Whats New
Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Whats New
Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Whats New
Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Whats New
Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X