Kemenpan-RB: Honorer Didominasi Tenaga Administrasi

Kompas.com - 04/06/2018, 12:12 WIB
Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan-RB, Setiawan Wangsaatmaja . KOMPAS.com/AMBARANIE NADIADeputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan-RB, Setiawan Wangsaatmaja .

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah tenaga honorer K-2 yang tidak lulus seleksi menjadi aparatur sipil negara 2013 sebesar 438.590 orang. Angka tersebut didominasi oleh tenaga administrasi, yakni 269.400 orang.

"Kalau dilihat komposisinya yang terbanyak tenaga administrasi. Secara nasional tenaga administrasi sudah sangat amat berlebih," ujar Deputi Bidang SDM Aparatur Kemenpan-RB Setiawan Wangsaatmaja dalam paparan di ruang Bamus kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Sementara ASN yang menjadi tenaga administrasi jumlahnya juga mendominasi, yakni 37,77 persen atau 1.643.535 orang.

Setiawan mengatakan, jika tenaga honorer masuk ke dalam struktur ASN, maka postur ASN menjadi tidak ideal.

Baca juga: Bahas Nasib Honorer, DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Gabungan

Sementara tenaga honorer terbanyak kedua adalah guru dengan jumlah 157.210 orang.

"Sisanya tenaga lainnya jumlahnya tidak signifikan seperti tenaga kesehatan dan pertanian," kata Setiawan.

Berdasarkan data Kemenpan-RB, tenaga honorer di bidang kesehatan sebanyak 6.091 orang, tenaga penyuluh sebanyak 5.803, dan tenaga dosen sebanyak 86 orang.

Setiawan mengatakan, sebenarnya persoalan tenaga honorer K-2 secara payung hukum sudah selesai dengan adanya peraturan pemerintah. Dalam PP 56/2012, kata dia, ditekankan bahwa tenaga honorer yang ada saat itu harus diseleksi satu kali dan rangkaiannya sudah selesai.

"Yang saat ini kita berkembang adalah yang tidak lulus saat itu. Secara regulasi pemerintah telah ikuti aturan yang disepakati," kata Setiawan.

Terkait banyaknya tenaga honorer yang komplain soal gaji dan tunjangan hari raya, menurut dia hal itu bukan kewenangan pemerintah. Sebab, tenaga honorer tersebut merupakan tanggungjawab pihak yang merekrutnya.

"Kami ingin menanyakan balik sebetulnya tenaga honorer itu direkrut siapa? Artinya yang merekrutlah yang harus bertanggungjawab untuk itu," kata Setiawan.

Kompas TV Seorang kepala Sekolah SDN Jatisari kecamatan Ponjong, Gunung Kidul berinovasi membudidayakan jamur tiram di sekolah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X