Kembangkan Inovasi, Polytron Berhak Atas Pengurangan Pajak

Kompas.com - 04/06/2018, 20:09 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Polytron akan mendapat insentif super deductable tax karena melahirkan sejumlah inovasi. Hal itu diungkapkan Airlangga saat berkunjung ke pabrik Polytron di Kudus, Senin (4/6/2018). KOMPAS.com/Mutia FauziaMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Polytron akan mendapat insentif super deductable tax karena melahirkan sejumlah inovasi. Hal itu diungkapkan Airlangga saat berkunjung ke pabrik Polytron di Kudus, Senin (4/6/2018).
Penulis Mutia Fauzia
|

KUDUSKOMPAS.com - PT Hartono Istana Teknologi, produsen barang elektronik merek Polytron telah mengembangkan beberapa inovasi dan telah mematenkan 64 produk inovasi mereka melalui hak paten di dalam negeri mau pun di Amerika.

Salah satu inovasi produk yang berhasil mendapatkan hak paten dari Amerika adalah penggunaan natural hair leather (kulit sapi dan kambing) sebagai membran speaker yang terinspirasi dari bedug masjid.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Polytron berhak untuk mendapatkan insentif super deductable tax atau pengurangan pajak di atas 100 persen.

Pengurangan pajak itu diberikan untuk sektor industri yang bisa menghasilkan inovasi dan vokasi. Insentif pajak ini nantinya diharapkan dapat menggenjot Revolusi Industri 4.0.

(Baca: Menperin: Aturan Super "Deductible Tax" Terbit Mei 2018)

"(Revolusi Industri) 4.0 kan salah satunya elektronik dan salah satu yang leading (di) indonesia Polytron. Dia udah punya R&D (Research and Development). Polytron ini salah satu pioner R&D di sektor elektronik, ya tentunya pionir perlu mendapatkan fasilitas," ujar Airlangga saat berkunjung ke pabrik Polytron di Kudus, Senin (4/6/2018).

Saat ini, pemerintah sedang mengkaji besaran insentif yang dapat diberikan untuk masing-masing sektor industri.

"Besaran sedang dibahas, pengesahan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Intinya, sudah ada kesepakatan dengan pihak-pihak terkait (BKF dan Menko Perekonomian) dan mekanismenya sedang dibahas," kata dia.

(Baca: Kembangkan Vokasi, Perusahaan Bisa Dapatkan Insentif Pajak)

Direktur Research and Development Polytron Adi Susanto mengatakan, salah satu pelopor perusahaan elektronik di Indonesia ini telah mulai membangun divisi R&D sejak 1982.

Dalam waktu setahun, divisi R&D Polytron dapat menghasilkan 10 produksi inovasi baru. Khusus untuk produk televisi, R&D wajib menghasilkan 2 produk televisi dengan inovasi terbaru yang akan dipasarkan.

"Setiap ada produk baru harus ada sesuatu yang baru untuk support bagian marketing, rata-rata (inovasi yang dihasilkan) tergantung jumlah produk yang dihasilkan. Bisa jadi sepuluh lebih dalam setahun," ujar dia kepada Kompas.com.

Hingga 2016, PT. Hartono Istana Teknologi cukup mendominasi pasar nasional untuk produk speaker dan televisi tabung dengan market share berturut-turut sebesar 72 persen dan 66 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X