Kembangkan Vokasi, Perusahaan Bisa Dapatkan Insentif Pajak

Kompas.com - 04/04/2018, 22:11 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto saat menghadiri Indonesia Industrial Summit 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/4/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto saat menghadiri Indonesia Industrial Summit 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan sejumlah cara agar perusahaan bisa menerima insentif pajak dari kegiatan riset dan pengembangan serta vokasi. Pemerintah memutuskan memberi insentif pajak dalam rangka meningkatkan investasi, di mana salah satunya diperuntukkan bagi perusahaan yang melakukan riset dan pengembangan serta vokasi.

"Kalau vokasi, bisa macam-macam. Bisa bikin sendiri pelatihannya, tapi menerima peserta dari luar. Pengeluarannya termasuk yang bisa mendapatkan insentif," kata Darmin saat ditemui di kantornya, Rabu (4/4/2018).

Darmin menuturkan, selain melaksanakan pelatihan langsung dari perusahaan, bisa juga bekerja sama dengan SMK dan balai-balai pelatihan tenaga kerja yang diadakan oleh pemerintah. Bentuk sumbangsih dari perusahaan, salah satunya dengan mengirimkan ahli sebagai tenaga pengajar di sana.

Selain berkontribusi dengan mengirim pengajar, perusahaan yang dapat menerima insentif pajak juga bisa dengan menyumbang peralatan maupun sarana pendukung kegiatan vokasi di SMK dan balai pelatihan. Perusahaan yang hendak menyumbangkan dalam bentuk uang juga akan diperhitungkan untuk menerima insentif pajak.

Baca juga: Syarat Diperingan, Insentif Pajak yang Baru Ditunggu Pengusaha

"Itu akan diperhitungkan senilai uang yang disumbangkan itu. Artinya, itu akan dipakai untuk mengurangi pajaknya dia, nilainya itu," tutur Darmin.

Selain insentif pajak untuk perusahaan yang bergerak di riset dan pengembangan serta vokasi, pemerintah juga masih menggodok bentuk insentif pajak lain berupa tax holiday, tax allowance, dan pajak UMKM. Semua wujud insentif pajak tersebut ditargetkan rampung dan diberlakukan dalam waktu dekat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Whats New
Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Spend Smart
Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Whats New
Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.