Sektor Makanan di Jateng Didorong Bersertifikat Halal

Kompas.com - 06/06/2018, 06:00 WIB
Minyak Kedelai buatan PT Kimia Farma mendapat label halal dari LPPOM MUI, di sela Jambore halal 2018, Selasa (5/6/2018). KOMPAS.com/NAZAR NURDINMinyak Kedelai buatan PT Kimia Farma mendapat label halal dari LPPOM MUI, di sela Jambore halal 2018, Selasa (5/6/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mendorong agar pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terutama sektor makanan segera mengurus label sertifikat halal.

Dari banyaknya potensi produk makanan di Jawa Tengah, UMKM yang telah mengurus label halal masih di bawah 500 usaha. Padahal, jumlah UMKM di Jateng mencapai 5,1 juta usaha.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati menjelaskan, di Jateng UMKM yang mengurus label halal baru 494 usaha.

Pemerintah menggiatkan sertifikat label halal melalui kegiatan Jambore Halal 2018 di halaman kantor Pemprov Jateng, Selasa (5/6/2018). Pemerintah ingin industri mengurus label halal dari Majelis Ulama Indonesia.

"Tahun 2019 semua produk targetnya sudah 100 persen bersertifikat halal," kata Ema, seusai acara.

Ema mengatakan, label halal penting karena mandataris dari undang-undang. Semua produk yang masuk, beredar atau yang diperdagangkan harus bersertifikat halal.

Sejauh ini, sambung Ema, para pelaku usaha kesulitan mendapat label halal. Salah satunya karena biaya yang cukup tinggi yang mencapai Rp 2,5 juta untuk satu produk.

"Tidak semua UMKM punya kemampuan, 1 produk biayanya Rp. 2,5 juta. Jadi pemerintah harus hadir, karena itu dari pemerintah, dan kami harus melakukan Fasilitasi," tambahnya.

Salah satu produk pangan yang mendapat label halal yaitu Minyak Kedelai buatan BUMN PT Kimia Farma. Minyak kedelai buatan pabrik asal Semarang itu kini dipasarkan ke sejumlah hotel, kafe dan restoran.

Sales Manager PT Kimia Farma Ardy Wahyu Sanditya mengatakan, minyak kedelai dipilih menjadi pendapat baru terbaik di Jambore halal 2018. Minyak kedelai yang dulu dipakai industri kini disebar untuk ke industri rumah tangga.

"Minyak kedelai kami dinobatkan sebagai pendatang baru terbaik. Pemasaran kami untuk hotel dan restoran bisa Rp 500 juta perbulan. Minyak kedelai ini ramah lingkungan," ujar Ardy di sela pameran produk halal.

Untuk satu kilogram minyak kedelai dibanderol dengan harga Rp 17.000 atau lebih tinggi ketimbang minyak goreng (sawit).

"Bahan baku minyak kami sebagian dari petani lokal. Pembuatannya murni di pabrik di Simongan," paparnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir: BUMN Akan Buka 2.300 Lowongan Magang

Erick Thohir: BUMN Akan Buka 2.300 Lowongan Magang

Work Smart
[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

Whats New
Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Whats New
Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.