Kapal Tenggelam di Danau Toba, Ini Kata Menhub

Kompas.com - 19/06/2018, 22:19 WIB
Kondisi angkutan desa Sinar Bangun ringsek setelah terjungkal dan menabrak satu pohon besar di jalan lintas umum Pematangsiantar-Perdagangan, Kilometer 10 di Desa Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (15/11/2013). Dalam kejadian dua penumpang tewas dan 13 lainnya luka-luka.  KOMPAS.com/Tigor Munthe Kondisi angkutan desa Sinar Bangun ringsek setelah terjungkal dan menabrak satu pohon besar di jalan lintas umum Pematangsiantar-Perdagangan, Kilometer 10 di Desa Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (15/11/2013). Dalam kejadian dua penumpang tewas dan 13 lainnya luka-luka.

TANGERANG, KOMPAS.com - Muatan berlebih diduga menjadi penyebab tenggelamnya Kapal Mesin (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini akses menuju Danau Toba sudah bagus sehingga banyak turis berdatangan ke sana.

"Namun demikian, kita lihat dengan adanya perkembangan bandara dan jalan, turis di Samosir itu meningkat jadi memang okupansi dari kapal-kapal itu melampaui (batas)," sebut Budi Karya di Tangerang, Selasa (19/6/2018).

Padahal, kata Budi, pihaknya selalu mengimbau kepada seluruh KSOP di Danau Toba dan petugas pelabuhan umumnya untuk tidak memaksakan penumpang naik kapal.

(Baca: Korban Meninggal Dunia di Danau Toba Berasal dari Aceh)

"Yang nomor satu itu adalah catat semua penumpang dan dilarang melebihi kapasitas di masa lebaran ini. Sebab, sering kali kapasitas jadi masalah sehingga dipaksakan dan kedua adalah gunakan life jacket selain mereka lakukan ramp check sebelum hari H," jelas dia.

Di sisi lain, Budi Karya mengaku masih belum mengetahui pasti penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun tersebut.

"Saya minta datang ke sana Dirjen Darat, Ketua KNKT, Ketua Basarnas, Dirut Jasa Raharja dan beberapa teman. Hari ini akan dilakukan satu klarifikasi. Insya Allah besok kita akan dapatkan hasil," imbuhnya.

Minimnya jumlah kapal yang menuju Pulau Samosir juga turut menjadi perhatian Budi Karya.

(Baca: Daftar 14 Korban Selamat KM Sinar Bangun yang Tenggelam di Danau Toba)

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II tersebut mengatakan bakal ada pertambahan empat unit kapal lagi di Danau Toba.

"Oleh karenanya kita akan bangun dua kapal dan saya dengar tadi pagi ada pihak swasta dari Sumut akan buat 2 kapal lagi. Jadi akan ada 4 kapal yang dari daerah tepian ke Pulau Samosir," tutup Budi Karya.

KM Sinar Bangun yang mengangkut puluhan penumpang tenggelam di perairan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018) petang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membenarkan hal ini. Menurutnya, kapal berisi sekitar 80 orang wisatawan bertolak dari Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Tigaras-Parapat di Kabupaten Simalungun.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X