Menkeu Minta Guru Tak Pilih Kampus "Abal-abal" untuk Beasiswa LPDP - Kompas.com

Menkeu Minta Guru Tak Pilih Kampus "Abal-abal" untuk Beasiswa LPDP

Kompas.com - 10/07/2018, 14:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat berpidato dalam acara yang digelar pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Selasa (10/7/2018) pagi.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat berpidato dalam acara yang digelar pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Selasa (10/7/2018) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpesan agar para guru yang ingin melanjutkan pendidikannya melalui program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ( LPDP) memilih universitas unggulan.

"Kalau guru-guru mau S2 dan S3, saya berharap di tempat yang baik. Jangan yang abal-abal," kata Sri Mulyani di hadapan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di gedung PGRI, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).

Menurut dia, ada guru-guru yang tujuannya sekadar ingin mendapatkan gelar, memilih universitas atau lembaga pendidikan yang tidak kredibel dan belum teruji kualitasnya.

Guru yang seperti ini dikritik Sri Mulyani karena tidak serius benar-benar mau meningkatkan kapasitasnya sebagai guru, melainkan hanya butuh gelar agar bisa naik pangkat dan gajinya makin besar.

Baca juga: Ketum PGRI Curhat Tunjangan Guru ke Sri Mulyani

"Dana abadi di LPDP jumlahnya makin besar, Presiden minta sebagian untuk memperbaiki kualitas guru dan pengurus sekolah," ujar Sri Mulyani.

Kementerian Keuangan mengalokasikan Rp 15 triliun sebagai anggaran LPDP tahun ini.

Jumlah itu diberikan dalam bentuk Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang didapat dari total alokasi dana pendidikan 20 persen dari APBN 2018, sebesar Rp 444 triliun.


Komentar
Close Ads X