Kementerian ESDM Berharap Produksi Minyak RI Bisa 1 Juta Barel Per Hari - Kompas.com

Kementerian ESDM Berharap Produksi Minyak RI Bisa 1 Juta Barel Per Hari

Kompas.com - 11/07/2018, 16:56 WIB
Penandatanganan kontrak bagi hasil empat blok migas di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (11/4/2018).-KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Penandatanganan kontrak bagi hasil empat blok migas di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap produksi minyak Indonesia meningkat menjadi 1 juta barel per hari (bph). Saat ini, produksi minyak Indonesia baru sekitar 800.000 barel per hari (bph).

"Produksi kita terus menurun, devisit neraca gas kita semakin besar. Jadi, kemauan dan komitmen bapak ibu semua di sini yang bisa mengubah produksi kita dari 800 ribu menuju 1 juta, bukan tidak mungkin, tapi kalau kita bahu membahu, pasti bisa kok," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial di kantornya, Rabu (11/5/2018).

Ego menambahkan, salah satu upaya untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya meneken empat kontrak blok migas yang tediri dari dua kontrak perpanjangan untuk Blok Bula dan Blok Malacca Strait dan dua kontrak baru untuk Blok Salawati dan Blok Kepala Burung.

"Prinsip perpanjangan (kontra) ini spiritnya adalah mempertahankan atau meningkatkan produksi," kata Ego.

Ego juga berharap penandatanganan empat kontrak tersebut diharapkan bisa menambah cadangan migas melalui kegiatan eksplorasi.

"Dalam penilaian perpanjangan (kontrak) ini bagaimana kemauan KKKS dan komitmen pasti lima tahun. Ini untuk meningkatkan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru. Lalu, prinsipnya alih kelola ini bisa memberikan penerimaan negara yang lebih baik, tapi juga KKKS bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik," ucap dia.

Sebelumnya, Kontrak perpanjangan pengelolaan terhadap empat wilayah kerja (WK) migas terminasi telah ditandatangani antara pemerintah dan operator, dengan skema gross split.

Empat WK tersebut adalah WK Bula, WK Salawati, WK Kepala Burung dan WK Malacca Strait.

"Kontrak bagi hasil ini merupakan kontrak perpanjangan dan pengelolaan bersama antara kontraktor eksisting bersama Pertamina dengan jangka waktu selama 20 tahun," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto di Kantornya, Jakarta, Rabu (11/7/2018).



Close Ads X