Perbankan: Relaksasi LTV Dapat Gerakkan Dua Segmen Pasar Properti - Kompas.com

Perbankan: Relaksasi LTV Dapat Gerakkan Dua Segmen Pasar Properti

Kompas.com - 12/07/2018, 13:47 WIB
Ilustrasi kredit pemilikan rumah (KPR)THINKSTOCKS/SARINYAPINNGAM Ilustrasi kredit pemilikan rumah (KPR)

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Handayani meyakini bahwa relaksasi loan to value (LTV) oleh Bank Indonesia (BI) akan menggerakkan dua pasar properti.

"Kami melihat kebijakan pelonggaran LTV membantu first home owner yang umumnya adalah tipe rumah 22/70 dan ada satu segmen juga yang ingin kita gerakkan yakni segmen yang ingin investasi," ucap Handayani di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Adapun pasar investasi yang dimaksud Handayani adalah untuk pemenuhan permintaan kaum milenial.

Berdasarkan risetnya, kaum milenial saat ini lebih memilih menyewa properti, baik itu apartemen maupun rumah ketimbang memilikinya.

Baca juga: BI Longgarkan LTV, Pembeli Rumah Pertama Bisa Bebas Uang Muka

"Maka yang ingin juga kita gerakkan adalah sgemen yang ingin investasi untuk memenuhi emand kaum milenial yang ingin menyewa rumah dengan kriteria dekat dengan transportasi umum dan ukurannya enggak terlalu besar," jelas Handayani.

Terkait kemudahan bagi first home buyer atau first home owner, Handayani yakin lantaran BI telah menyatakan bahwa dengan relaksasi LTV kali ini maka segmen pembeli tersebut bisa bebas uang muka.

"Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesempatan kepada masyarakat, terutama first time buyer untuk memenuhi kebutuhan rumah pertama melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah)," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo saat Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur (RDG), Jumat (29/6/2018).

LTV sendiri berhubungan dengan rasio pinjaman yang diterima debitor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank, sehingga mempengaruhi uang muka (down payment/DP) yang harus dibayar konsumen.

Semakin longgar atau besar rasio LTV, semakin kecil DP yang disediakan konsumen, sehingga bisa meningkatkan daya beli.

Pada aturan LTV sebelumnya, BI menetapkan besar uang muka pembelian rumah pertama mencapai 10 persen dari harga rumah. Dengan ketentuan baru ini, Bank Indonesia membebaskan besaran uang muka tersebut kepada pihak bank.

"Besaran rasio LTV diserahkan kepada manajemen risiko masing-masing bank," sebutnya.

Sementara untuk rasio LTV rumah kedua dan seterusnya diatur pada kisaran 80 persen hingga 90 persen, kecuali rumah tipe 21.

"Untuk tipe di bawah 21 meter persegi yang memang kami bebaskan untuk LTV-nya," ujar Perry.

Kompas TV Simak dialognya dalam Kompas Bisnis berikut ini.


Komentar
Close Ads X