Industri Manufaktur Besar-Menengah Tumbuh 4,93 Persen, Didominasi Produk Kulit dan Alas Kaki

Kompas.com - 01/08/2018, 18:48 WIB
Pekerja menjahit bahan kulit yang akan digunakan untuk membuat produk seperti tas, alas kaki, jaket atau aksesori mode di pusat industri rumahan di Garut, Jawa Barat, Selasa (26/12/2017). Produsen kerajinan kulit di Indonesia sebagian besar adalah industri usaha kecil dan menengah yang berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur dengan 20 sampai 100 karyawan. AFP PHOTO/ADEK BERRYPekerja menjahit bahan kulit yang akan digunakan untuk membuat produk seperti tas, alas kaki, jaket atau aksesori mode di pusat industri rumahan di Garut, Jawa Barat, Selasa (26/12/2017). Produsen kerajinan kulit di Indonesia sebagian besar adalah industri usaha kecil dan menengah yang berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur dengan 20 sampai 100 karyawan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan kedua 2018 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,36 persen.

Jenis manufaktur yang mengalami pertumbuhan produksi tertinggi adalah industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang naik 27,73 persen.

"Industri barang kulit dan alas kaki menunjukkan angka yang positif," ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Suhariyanto mengatakan, data tersebut korelatif dengan kenaikan angka ekspor industri kulit dan alas kaki di atas 6 persen atau sekitar 5,36 miliar dollar AS.

Baca juga: Indeks PMI Indonesia Naik, Pemerintah Genjot Industri Manufaktur

Kenaikan produksi juga terjadi pada industri karet, barang dari karet, dan plastik naik 17,28 persen. Disusul dengan industri minuman yang naik 15,41 persen, industri pakaian jadi naik 14,63 persen, dan industri alat angkut lainnya naik 12,34 persen.

Sementara jenis industri manufaktur yang mengalami penurunan produksi pada triwulan kedua 2018 dibandingkan 2017 yaitu jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan turun 11,37 persen. Kemudian, industri komputer, barang elektronik, dan optik turun 8,84 persen, industri kertas dan barang dari kertas turun 3,94 persen, serta industri kendaraam bermotor turun 1,77 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan kedua 2018 dibandingkan triwulan pertama tumbuh 1,49 persen.

"Pertumbuhan produksi industri besar- sedang pada triwulan dua memang agak lebih lambat dibanding triwulan I," kata Suhariyanto.

Adapun jenis industri manufaktur yang mengalami kenaikan tertinggi pada triwulan II terhadap triwulan I 2018 yaitu induatri pengolahan tembakau naik 10,31 persen, industri kulit dan alas kaki naik 5,46 persen, bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik 5,33 persen, pakaian jadi naik 4,6 persen, dan makanan naik 3,33 persen.

Ada pula induatri yang produksinya turun dibandingkan triwulan I yakni barang galian bukan logam turun 8,47 persen, jasa reparasi dan pemasangan mesin turun 8,32 persen, industri pengolahan lainnya turun 7,17 persen, kendaraan bermotor turun 6,6 persen, serta mesin dan perlengkapan yang tidak termasuk dalam lainnya turun 4,97 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.