Jika Ada Komplain, AP II Minta Penumpang Jangan Langsung Lari ke Media Sosial

Kompas.com - 06/08/2018, 06:12 WIB
Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3, 2018. Angkasa Pura IIBandara Soekarno-Hatta Terminal 3, 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisaris Utama Angkasa Pura II Rhenald Kasali memastikan bahwa pelayanan bandara-bandara AP II telah jauh mengalami perbaikan. Sistem pengawasan diperketat dengan mengadopsi teknologi canggih pada CCTV. Penumpang juga bisa mengawasi aktivitas pekerja yang menurunkan barang-barang dari bagasi pesawat.

Tak hanya itu, petugasnya juga diarahkan agar lebih profesional. Oleh karena itu, penumpang diminta jangan segan langsung meminta bantuan atau mengajukan komplain kepada petugas bandara. Rhenald mengambil contoh kasus penumpang yang merasa kopernya telah dibuka begitu diambil dari conveyor. Keluhan penumpang tersebut kemudian viral di media sosial dan broadcast di Whats App.

"Kita sedih kalau ada penumpang kopernya dibuka orang. Tapi kita langsung kerja, langsung bekerja," kata Rhenald kepada Kompas.com, Minggu (5/8/2018).

Rhenald menyayangkan penumpang itu tak mengadu langsung ke pihak bandara. Sebab, setelah dicek, ternyata kejadian itu terjadi empat bulan sebelum ceritanya viral.

Baca juga: Cerita Said Didu Kehilangan Ponsel di Bandara Soetta dan Ketemu dalam 7 Jam

"Karena mereka enggak ngadu ke kita, ngadunya ke Facebook dan WA. Kalau viral, pembaca kan tidak bisa memecahkan masalah itu. Hanya keluh kesah," kata Rhenald.

Jika saja penumpang itu langsung komplain ke pihak bandara, maka langsung ditangani. Begitu AP II mendengar soal itu, petugas langsung membuka rekaman CCTV. Setelah dicek, diketahui peristiwa itu terjadi di Bandara Kualanamu.

Saat ini, kata Rhenald, dengan big data yang dimiliki AP II, antar bandara di bawah kelola AP II bisa dengan mudah terkoneksi. Bisa ditelusuri juga pesawat itu berasal dari mana dan menuju ke mana.

"Kalau mau cerita sama kita dari mana, kita kan bisa telusuri. Kalau sudah empat bulan kan videonya tertumpuk. Jadi harus cepat melapor," kata dia.

Rhenald mencontohkan kejadian yang baru dialami mantan Staf Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu yang kehilangan ponsel seyelah bertransaksi di ATM.

Melalui penelusuran CCTV, kemudian dengan gesitnya penanganan pihak bandara untuk berkomunikasi dengan maskapai penerbagan, mereka mengantungi identitaa pelaku yang mengambil ponsel Said. Hanya dalam waktu tujuh jam, pelakunya bisa ketahuan.

"Ini sudah sering kita temukan orang seperti itu. Said Didu hanya salah satu aja yang dikenal publik," kata Rhenald.

Tak hanya sistemnya, revolusi juga dilakukan terhadap petugas AP II hingga cleaning service. Hampir setiap hari, kata Rhenald, mereka menemukan barang berharga milik penumpang dan diserahkan ke bagian pusat informasi untuk dicari pemiliknya. Barang tersebut kemudian dikembalikan kepada yang punya.

"Dari pegawai sekarang mereka sudah terlatih, integritasnya sudah baik skali. Masalahnya, penumpang yang keliatannya barang yang mereka temukan itu adalah milik mereka. Itu yang harus diubah mentalnya," kata Rhenald.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X