Menteri Hanif: Isu Serbuan TKA di Morowali Tidak Benar - Kompas.com

Menteri Hanif: Isu Serbuan TKA di Morowali Tidak Benar

Kompas.com - 07/08/2018, 19:29 WIB
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah tidak sesuai fakta. Jumlah TKA di Morowali sebanyak 10,9 persen (3.121 orang)  dari total pekerja lokal berjumlah 25.447 orang. Dok. Humas Kemenaker Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah tidak sesuai fakta. Jumlah TKA di Morowali sebanyak 10,9 persen (3.121 orang) dari total pekerja lokal berjumlah 25.447 orang.


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah dianggap telah selesai.

Berdasarkan hasil penyelidikan pemerintah, DPR RI, dan investigasi media lokal di Morowali Industrial Park (MIP) ditemukan fakta bahwa isu TKA yang selama ini beredar adalah tidak benar.

Menaker Hanif mengatakan hal tersebut usai mengikuti video conference tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) di Morowali sekaligus rapat kordinasi penanganan isu TKA di Morowali di gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Turut hadir Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Kepala BKPM Thomas Lembong, Deputi IV KSP, Dirlantas Keimigrasian Cucu Koswara, Dirjen Perhubungan Laut Agus R. Purnomo, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta PKK) Maruli A. Hasoloan, dan Dirjen Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja dan  Keselamatan Kesehatan Kerja (Binwasnaker K3) Sugeng Priyanto.

Baca juga: Pemerintah Siap Pasok SDM untuk Industri Smelter

Berdasarkan laporan yang diterima Hanif, jumlah TKA di Morowali sebanyak 10,9 persen (3.121 orang) dari total pekerja lokal berjumlah 25.447 orang.

Dengan demikian, proporsi tersebut dinilai masih ideal karena lapangan kerja untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) jauh lebih tinggi.

"Itu artinya kawasan Industri di Morowali membuka perluasan kesempatan kerja untuk TKI sekaligus juga memberikan kesempatan untuk transfer pengetahuan dan teknologi sehingga TKI bisa memiliki kompetensi lebih baik," ujar Hanif dalam pernyataan tertulis, Selasa.

Menaker menambahkan dengan adanya pengakuan wartawan tersebut, maka isu jutaan TKA di Morowali sudah selesai.

"Ini saya anggap isu jutaan TKA sudah selesai, case closed," ujar Menaker Hanif.

Pengecekan ke lapangan

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah tidak sesuai fakta. Jumlah TKA di Morowali sebanyak 10,9 persen (3.121 orang)  dari total pekerja lokal berjumlah 25.447 orang. Dok. Humas Kemenaker Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah tidak sesuai fakta. Jumlah TKA di Morowali sebanyak 10,9 persen (3.121 orang) dari total pekerja lokal berjumlah 25.447 orang.

Sebelumnya, Menaker Hanif mengungkapkan sejumlah pihak melakukan kunjungan ke Morowali untuk mengecek isu tersebut.

Mulai dari anggota Komisi IX DPR RI, pengawas Ketenagakerjaan, wartawan, hingga tim Satgas Pengawasan TKA yang terdiri dari 24 kementerian instansi telah berkunjung ke Morowali

"Kesimpulannya kurang lebih sama. Jadi jangan digoreng-goreng lagi isu ada jutaan TKA Tiongkok ilegal," katanya.

TKA jangan dipolitisasi

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah tidak sesuai fakta. Jumlah TKA di Morowali sebanyak 10,9 persen (3.121 orang)  dari total pekerja lokal berjumlah 25.447 orang. Dok. Humas Kemenaker Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah tidak sesuai fakta. Jumlah TKA di Morowali sebanyak 10,9 persen (3.121 orang) dari total pekerja lokal berjumlah 25.447 orang.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko berharap tak ada lagi pihak-pihak menggunakan persoalan TKA dimobilisasi demi kepentingan politik.

"Kalau itu yang terjadi tak akan selesai. Isu ini akan berkembang terus. Sangat tidak bijaksana jika ini dikembangkan terus," ujar Moeldoko.

Oleh karenanya, Mantan Panglima TNI itu berharap masyarakat tidak resah, tidak skeptis, dan tidak terprovokasi isu TKA tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi media lokal di Morowali, isu TKA tidak seperti yang dihembuskan selama ini yakni ada jutaan TKA asal China dan ada senjata ilegal.

"Mungkin ada ilegal, tapi 1 atau 2 ketangkep dipenjara atau dipulangkan. Maknanya kita tegas terhadap pelanggaran itu. Tidak kita biarkan, karena Menaker telah menyiapkan tim pengawas," ujarnya.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah tidak sesuai fakta. Jumlah TKA di Morowali sebanyak 10,9 persen (3.121 orang)  dari total pekerja lokal berjumlah 25.447 orang. Dok. Humas Kemenaker Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah tidak sesuai fakta. Jumlah TKA di Morowali sebanyak 10,9 persen (3.121 orang) dari total pekerja lokal berjumlah 25.447 orang.

Moeldoko menegaskan langkahnya menggelar video conference untuk menghindari anggapan KSP tak peduli pada masalah TKA.

"Ternyata tadi kita lihat tidak seperti yang kita gembar gemborkan ada jutaan TKA dan sebagainya. Kondisi di lapangan hanya 10,9 persen TKA di Morowali. Hanya 3.121 TKA, tidak lebih dari itu. Temen-temen sendiri yang investigasi," kata dia.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Tim  KSP bersama sejumlah awak media melakukan media visit ke kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.
 
Upaya tersebut dilakukannya untuk menjawab isu banyak TKA asal China yang bekerja di kawasan industri itu


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X