Ini Hitungan Jual Listrik ke PLN dari Rooftop Panel Surya - Kompas.com

Ini Hitungan Jual Listrik ke PLN dari Rooftop Panel Surya

Kompas.com - 10/08/2018, 09:14 WIB
Siswa SMK bersiap memasang panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya di atap gedung SMK Prakarya Internasional di Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/5). SMK Prakarya Internasional bekerja sama dengan Power Technology Asean dari New Zealand memasang 20 panel surya yang mampu menghasilkan daya listrik sebesar 5.000 VA untuk memenuhi seperdelapan kebutuhan listrik sekolah dan 9 Lab komputer. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/18.


ANTARA/M Agung Rajasa Siswa SMK bersiap memasang panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya di atap gedung SMK Prakarya Internasional di Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/5). SMK Prakarya Internasional bekerja sama dengan Power Technology Asean dari New Zealand memasang 20 panel surya yang mampu menghasilkan daya listrik sebesar 5.000 VA untuk memenuhi seperdelapan kebutuhan listrik sekolah dan 9 Lab komputer. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/18.

JAKARTA, KOMPAS.com - Peraturan mengenai penggunaan rooftop panel surya untuk konsumen PT PLN (Persero) jenis tertentu akan segera diterbitkan.

Dalam peraturan tersebut Pemerintah memperbolehkan semua pelanggan PLN, di luar konsumen industri melakukan pemasangan rooftop panel surya dan menjual listriknya ke PLN.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa mengatakan, PLN akan membeli listrik yang dihasilkan dari rooftop panel surya seharga Rp 1.467 per 1 kWh. Harga tersebut sama dengan dari tarif dasar listrik PLN.

"Tarifnya sama dengan harga TDL. Tarif sekarang kalau rumah tangga Rp 1.467 per kWh, nah harganya sama kalau kita jual," ujar Fabby kepada Kompas.com, Kamis (9/8/2018).

Fabby menjelaskan, listrik yang dihasilkan dari rooftop panel surya akan dicatat di dalam meteran listrik khusus.

Selanjutnya, listrik yang dihasilkan tersebut akan dikurangi dengan konsumsi listrik dari PLN yang digunakan konsumen.

"Nanti setiap bulan selisih antara ekspor dan impornya itu akan dihitung. Kalau misalnya kita kelebihan mengirim ke PLN, maka kelebihannya itu akan ditabungkan ke bulan berikutnya. Jadi kita enggak dapat duitnya tapi ditabung ke bulan berikutnya. Kalau kita memakai lebih banyak daripada mengirimnya maka kita membayar selisihnya. Itu masuk dalam tagihan listrik kita," kata Fabby.

Menurut Fabby, teknologi ini mulai banyak digunakan di Jabodetabek khususnya di Jakarta. Di seluruh Indonesia pelanggan PLN yang menggunakan teknologi tersebut sebanyak 456 pelanggan hingga Juni tahun ini.

"Mungkin lebih banyak lagi, karena ada yang pasang tapi tidak lapor ke pln. Karena dia tidak jual ke PLN, dia hanya dikonsumsi sendiri," ucap dia.

Untuk memasang rooftop panel surya di rumah diperlukan biaya sekitar Rp 18 juta untuk kapasitas 1 kilowatt peak (kWp).

Rooftop panel surya berkapasitas 1 kWp dapat menghasilkan listrik selama 8 jam dari pukul 08.00 sampai 16.00. Dengan intensitas sinar matahari di Jakarta, total yang dihasilkan kurang lebih 3,5 kWh per hari atau sekitar 100 kWh per bulan.


Komentar
Close Ads X