Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kurangi Volume Impor, Pemerintah Optimalkan Aset Tuban Petro Group

Kompas.com - 15/08/2018, 22:51 WIB
Ambaranie Nadia Kemala Movanita ,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan mengoptimalkan Tuban Petro Group yang merupakan aset eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

Dengan mendorong industri yang bergerak di bidang petrokimia itu, diharapkan dapat menekan volume impor hingga 6.200 KTPA pada 2030 untuk produk petrokimia utama.

"Ini merupakan satu langkah lebih maju karena paling tidak ke depan kita akan memiliki industri petrokimia yang bisa diandalkan," ujar Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata dalam keterangan tertulis, Rabu (15/8/2018).

Peningkatan produktivitas aset tersebut sejalan dengan perintah Presiden RI Joko Widodo yang meminta permasalahan terkait Tuban Petra Grup dapat diselesaikan dengan pendekatan ekonomi. Tuban Petro akan dikembangkan melalui PT Pertamina (Persero).

Baca juga: Ambil Alih Terlalu Rumit, Menko Perekonomian Cenderung Pailitkan Tuban Petro

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pendahuluan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dengan PT Pertamina (Persero) dalam rangka pengembangan industri petrokimia nasional. Pemerintah menginginkan agar aset Tuban Petro Grup yang merupakan warisan masa lalu dapat diselesaikan dan menjadi lebih produktif.

Isa mengatakan, industri petrokimia yang dihasilkan Tuban Petro Group merupakan industri hulu yang memegang peranan penting.

"Dengan pengembangan industri ini maka akan memacu tumbuhnya industri lain dan mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, sehingga dapat menurunkan ketergantungan impor," kata Isa.

Hingga saat ini, produksi petrokimia baru mencukupi sekitar 40 persen dari total kebutuhan nasional. Optimalisasi Tuban Petro Group diharapkan mampu menambah pasokan kebutuhan hingga 80 persen dari total kebutuhan. Selain mengurangi volume impor, pengembangan Tuban Petro Grup oleh PT Pertamina (Persero) diharapkan bisa mengekspor sehingga meningkatkan cadangan devisa negara.

"Diharapkan bisa berkontribusi terhadap penghematan devisa negara sekitar 6,6 miliar dollar AS di tahun 2030," kata Ida.

Selain itu, proyeksi pendapatan pajak yang diperoleh negara sebesar 1,3 milyar pada tahun 2030. Inisiatif pengembangan bisnis Petrokimia diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja kurang lebih 2.000 orang.

Adapun total investasi yang dibutuhkan diproyeksikan sebesar 12,2 milyar dollar AS hingga tahun 2030.

"Juga membantu mempercepat pengembangan industri hilir yang berbahan baku produk petrokimia," kata Isa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bea Cukai Jember Sita 59 Liter Miras Ilegal Bernilai Belasan Juta Rupiah di Kecamatan Silo

Bea Cukai Jember Sita 59 Liter Miras Ilegal Bernilai Belasan Juta Rupiah di Kecamatan Silo

Whats New
IHSG Berakhir di Zona Merah, Rupiah Stabil

IHSG Berakhir di Zona Merah, Rupiah Stabil

Whats New
Laba Bersih PTBA Turun 51,2 Persen Menjadi Rp 5,2 Triliun pada 2023

Laba Bersih PTBA Turun 51,2 Persen Menjadi Rp 5,2 Triliun pada 2023

Whats New
PTBA Bakal Tebar Dividen Rp 4,6 Triliun dari Laba Bersih 2023

PTBA Bakal Tebar Dividen Rp 4,6 Triliun dari Laba Bersih 2023

Whats New
Bos BI: Kenaikan Suku Bunga Berhasil Menarik Modal Asing ke Pasar Keuangan RI

Bos BI: Kenaikan Suku Bunga Berhasil Menarik Modal Asing ke Pasar Keuangan RI

Whats New
Saat Persoalan Keuangan Indofarma Bakal Berujung Pelaporan ke Kejagung

Saat Persoalan Keuangan Indofarma Bakal Berujung Pelaporan ke Kejagung

Whats New
Luhut Perkirakan Pembangunan Bandara VVIP IKN Rampung Tahun Depan

Luhut Perkirakan Pembangunan Bandara VVIP IKN Rampung Tahun Depan

Whats New
5 Hal di CV yang Bikin Kandidat Tampak Lemah di Mata HRD, Apa Saja?

5 Hal di CV yang Bikin Kandidat Tampak Lemah di Mata HRD, Apa Saja?

Work Smart
Cegah Persaingan Usaha Tidak Sehat, KPPU Tingkatkan Kerja Sama dengan Bea Cukai

Cegah Persaingan Usaha Tidak Sehat, KPPU Tingkatkan Kerja Sama dengan Bea Cukai

Whats New
Pelepasan Lampion Waisak, InJourney Targetkan 50.000 Pengunjung di Candi Borobudur

Pelepasan Lampion Waisak, InJourney Targetkan 50.000 Pengunjung di Candi Borobudur

Whats New
Didukung Pertumbuhan Kredit, Sektor Perbankan Masih Menjanjikan

Didukung Pertumbuhan Kredit, Sektor Perbankan Masih Menjanjikan

Whats New
Bangun Smelter Nikel Berkapasitas 7,5 Ton, MMP Targetkan Selesai dalam 15 Bulan

Bangun Smelter Nikel Berkapasitas 7,5 Ton, MMP Targetkan Selesai dalam 15 Bulan

Whats New
Gelar RUPS, Antam Umumkan Direksi Baru

Gelar RUPS, Antam Umumkan Direksi Baru

Whats New
Siap-siap, Antam Bakal Tebar Dividen 100 Persen dari Laba Bersih 2023

Siap-siap, Antam Bakal Tebar Dividen 100 Persen dari Laba Bersih 2023

Whats New
Berkomitmen Sediakan Layanan Digital One-Stop Solution, Indonet Resmikan EDGE2

Berkomitmen Sediakan Layanan Digital One-Stop Solution, Indonet Resmikan EDGE2

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com