Yohanes Si Pemanjat Tiang Bendera Dapat Beasiswa hingga S-1 dari PLN

Kompas.com - 17/08/2018, 21:31 WIB
Video yang memperlihatkan aksi Yohanes saat memanjat tiang demi kelancaran upacara kemerdekaan di perbatasan RI-Timor Leste. Video itu viral di media sosial. ISTIMEWAVideo yang memperlihatkan aksi Yohanes saat memanjat tiang demi kelancaran upacara kemerdekaan di perbatasan RI-Timor Leste. Video itu viral di media sosial.

JAKARTA, KOMPAS.com — PT PLN (Persero) mengapresiasi aksi heroik yang dilakukan oleh Yohanes Gama Marchal Lau siswa SMP di Atambua, NTT, PLN Peduli mengapresiasi tindakan tersebut dengan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi strata 1 (S-1).

Sebelumnya, sebuah video merekam aksi heroik Yohanes yang merupakan pelajar SMP di Atambua saat pelaksanaan upacara bendera di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Motaain, Kabupaten Belu, NTT.

Yohanes memanjat tiang bendera untuk memasang tali tiang yang putus sebelum pengibaran bendera dilakukan, Jumat (17/8/2018).

Saat ini, Yohanes Gama Marschal Lau menduduki bangku kelas VII SMP Negeri Silawan, NTT.

Sejak video tersebut beredar, PLN datang ke rumah Yohanes dan bertemu kedua orangtuanya, yaitu Viktorino Fahik Marcal dan Lorenca Gama.

Kedatangan itu untuk menyampaikan bahwa Yohanis akan mendapatkan beasiswa pendidikan hingga kuliah S-1. Kelak besar nanti, Yohanes bercita-cita menjadi seorang tentara.

Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali menyatakan tindakan Yohanes tersebut merupakan bentuk rasa nasionalisme dan cinta NKRI.

"Aksi Yohanes sangat nasionalis sekali. Kami salut dengan anak ini. Mulai saat ini Yohanes menjadi 'Putra PLN' dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S-1," ungkap Ali dalam keterangan resminya, Jumat (17/8/2018).

Yohanes tinggal di Dusun Halimuti, Desa Silawan Kecamatan Tastim, Kabupaten Belu. Jarak rumahnya dari kota Atambua sekitar 21 kilometer dan 2 kilometer dari PLBN Terpadu Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Yohanis dan keluarganya saat menerima kunjungan dari perwakilan PLN, Jumat (17/8/2018).dok PLN Yohanis dan keluarganya saat menerima kunjungan dari perwakilan PLN, Jumat (17/8/2018).

Yohanes yang baru berumur 14 tahun ini secara spontan dan lincah memanjat tiang bendera dengan ketinggian 9 meter.

Aksi anak bungsu dari sembilan bersaudara ini membuat decak kagum para peserta upacara saat itu, terlebih warga internet yang melihat aksinya lewat dunia maya. Tindakan Yohanes menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan betapa putra bangsa yang tinggal di daerah perbatasan sangat mencintai negaranya.

"Yohanes memiliki inisiatif yang tinggi, berani mengambil keputusan dalam waktu singkat, berani mengambil risiko, membanggakan dan bisa menjadi tauladan bagi generasi muda Indonesia," pungkas Ali.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X