Pengusaha Paksa Truk Logistik Angkut Barang Melebihi Muatan

Kompas.com - 05/09/2018, 15:30 WIB
Pihak PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan instansi terkait mengadakan operasi kelebihan muatan bagi kendaraan dinjalan tol Jagorawi, Rabu (24/1/2018). Kompas.com/Setyo AdiPihak PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan instansi terkait mengadakan operasi kelebihan muatan bagi kendaraan dinjalan tol Jagorawi, Rabu (24/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) telah melarang angkutan logistik yang ukuran dan muatannya berlebih atau overdimension serta overloading (ODOL) untuk beroperasi.

Namun, dalam praktiknya masih ada angkutan logistik yang tidak mematuhi aturan Kemenhub tersebut. Kepala Komite Tetap Kadin bidang Logistik, Supply Chain, dan SDM Nofrisel menyatakan hal itu terjadi bukan dari sisi pemilik angkutan, melainkan para pengusaha barang yang diangkut.

"Jadi begini, sekarang misalnya contoh karoseri mobil, truk sekarang sudah mematuhi sehingga mereka sudah tidak membuat lagi karoseri yang desainnya melebihi dimensi atau muatan. Namun, ternyata dalam praktiknya yang punya barang itu tetap meminta supaya dikirim banyak," jelas Nofrisel di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Nofrisel menambahkan, para pengusaha barang tersebut tak ingin menambah biaya angkut dengan mengirim barang berkali-kali. Oleh karenanya, mereka memaksa para pelaku angkutan logistik untuk mau mengangkut barang dengan jumlah yang banyak dan melewati muatan seharusnya.

"Alasannya ya nanti cost (biaya) mereka akan bertambah dan mereka juga bilang kalau melanggar akan bertanggung jawab," imbuh Nofrisel.

Di sisi lain, para pengusaha angkutan logistik tak bisa menolak permintaan pengusaha barang. Pasalnya, jika tidak memenuhi permintaan tersebut maka para pengusaha barang itu bakal berpindah ke perusahaan angkutan lainnya.

"Kalau yang punya barang enggak kirim ke dia kan bisa rugi, makanya dia berusaha memenuhi semaksimal mungkin permintaan customer dia. Namun, kalau permintaan customer-nya itu melampau regulasi ODOL kan dia jadi kena. Ini dilema buat mereka, sementara dia harus hidup," pungkas Nofrisel.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X