Panitia Pertemuan IMF-Bank Dunia Jamin Penanganan Risiko Bencana di Bali

Kompas.com - 05/09/2018, 19:14 WIB
Kepala task force IMF-WB annual meeting 2018 Bank Indonesia (BI)  Peter Jacobs Dok BIKepala task force IMF-WB annual meeting 2018 Bank Indonesia (BI) Peter Jacobs

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebulan menjelang perhelatan IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 di Nusa Dua, Bali, panitia telah merampungkan seluruh persiapan, termasuk jika didapati bencana alam yang tidak bisa diprediksi.

Bencana yang dimaksud yaitu gempa bumi dan erupsi gunung berapi, dalam hal ini Gunung Agung di Kabupaten Karangasem.

"Menurut analisa yang kami dengar langsung dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan analisa dari para ahli yang dari Jepang, mereka sudah melihat kemungkinan-kemungkinannya. Sampai sekarang, Panitia Nasional masih yakin tetap diselenggarakan di Bali," kata Kepala Unit Khusus Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group Peter Jacobs di Bank Indonesia, Rabu (5/9/2018) malam.

Peter menjelaskan, bila nantinya terjadi bencana alam saat acara berlangsung, Panitia Nasional sudah menyediakan langkah-langkah mitigasi. Termasuk bagaimana menyiapkan para delegasi dan semua yang berpartisipasi dalam hal evakuasi.

Sekretaris Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group Adi Budiarso menambahkan, timnya telah memiliki skenario jika terjadi bencana alam di Bali. Salah satunya adalah dengan melakukan proses sertifikasi di seluruh jenis bangunan yang digunakan untuk Pertemuan Tahunan tersebut, termasuk bangunan hotel yang tinggi.

"Kesiapan infrastruktur di Bali juga sudah siap. Ketika ada tsunami, yang menurut para ahli potensinya 3 sampai 6 meter, tempat paling aman di rooftop. Semua hotel di Bali ada sertifikasi dan ada alert-nya," tutur Adi.

Dengan melibatkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana, Panitia Nasional juga akan mendapat peringatan bila ada potensi bencana alam yang dapat dideteksi, seperti tsunami. Di titik-titik tertentu, telah disiapkan sirine yang menandakan kondisi darurat jika berbunyi sewaktu-waktu.

"Kami juga melakukan simulasi standar penanganan bencana. Jadi, kami tidak jamin bencana itu akan ada atau tidak, tapi kami siap untuk mitigasi bencana," ujar Adi.

Indonesia didapuk sebagai tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 yang akan diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018. Acara itu akan dihadiri oleh peserta dan tamu VIP yang diperkirakan sekitar 18.000 orang, di mana mereka merupakan pejabat, gubernur bank sentral, hingga kepala negara yang berasal dari 189 negara anggota IMF di seluruh dunia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X