Tumbuh 58 Persen, Pendapatan Inalum Per Juli 2018 Rp 35,5 Triliun

Kompas.com - 06/09/2018, 20:30 WIB
Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (27/10/2017).  KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIDirektur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (27/10/2017). 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendapatan holding pertambangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Hingga Juli 2018, pendapatan holding yang dikepalai PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero itu sebesar Rp 35,5 triliun.

"Sampai Juli kemarin, revenue kami tumbuh 58 persen dibanding Juli tahun lalu yang Rp 22,5 triliun," ujar Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin di kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Budi mengatakan, pendapatan terdongkrak akibat kenaikan harga komoditas di awal tahun.

Hingga Juli 2018, EBITDA mencapai Rp 10,1 triliun, tumbuh 80 persen dibandingkan Juli 2017 sebesar Rp 5,6 triliun. Selain adanyankenaikan harga, faktor yang mempengaruhi kenaikan EBITDA yaitu adanya dividen PT Freeport Indonesia sekitar Rp 1,8 triliun.

"Sehingga laba bersihnya sampai Juli 2018 sebesar Rp 6 triliun, tumbuh 180 persen dari tahun lalu yang Rp 2,3 triliun," kata Budi.

Hingga Juli 2018, aset holding tambang BUMN sebesar Rp 111 triliun, memiliki ekuitas Rp 70,7 triliun, dan cukup banyak memegang cash sebesar Rp19,8 triliun untuk akuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Sementara itu, Budi menganggap posisi utang masih aman.

"Kalau saya bandingkan dengan RKAP 2018 dari sisi pendapatan Rp 64 triliun, masih on track untuk capai itu," kata Budi.

Sementara target EBITDA dalam RKAP 2018 sebesar Rp 16,4 triliun. Target nett income hingga akhir tahun 2018 sebesar Rp 9,6 triliun. "Aset kita Rp 175 triliun. Posisi saat ini masih Rp 111 triliun. Akan ada tambahan kalau kita akusisi 51 persen," kata Budi. 

Di sisi lain, kemungkinan utang juga akan bertumbuh.

"Debt to EBITDA kita yang tadinya di bawah 100 persen tapi akan naik 5 kali karena kita butuhkan pinjaman akuisisi 51 persen PTFI," lanjut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.