Merespons Mendag soal Gudang, Buwas Keluarkan Makian Khas Jawa - Kompas.com

Merespons Mendag soal Gudang, Buwas Keluarkan Makian Khas Jawa

Kompas.com - 19/09/2018, 19:47 WIB
Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso Di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Rabu (19/9/2018) KOMPAS.com/ Putri Syifa Nurfadilah Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso Di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Rabu (19/9/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com -  Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso ( Buwas) menyatakan, pihaknya harus menyewa gudang milik institusi negara lain untuk menyimpan stok beras yang melimpah.

Buwas pun mengaku bingung dengan pihak yang menyatakan bahwa persoalan gudang ini bukan urusan pemerintah. Dia tampak kesal bahkan sempat mengeluarkan makian khas jawa.

“Saya bingung ini berpikir negara atau bukan. Coba kita berkoordinasi dan samakan pendapat jika keluhkan fakta gudang. Saya bahkan menyewa gudang itu kan cost-nya nambah. Kita kan sama-sama (urusan) negara," ujar Buwas saat konferensi pers di Kantor Bulog Pusat Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Lebih lanjut, Buwas menyebutkan, harusnya antara Bulog dan Kementerian terkait harus bisa saling kerja sama soal urusan negara.

Baca juga: Bagaimana Kesan Buwas Setelah Jabat Dirut Bulog Selama 4 Bulan?

“Kita kan aparatur negara jangan saling tuding-tudingan, jangan saling lempar-lemparan karena itu pemikiran yang tidak bersinergi,” tutur Buwas.

Saat ini cadangan beras Bulog sendiri mencapai 2,4 juta ton. Untuk menyimpan cadangan beras ini, Bulog mesti menggelontorkan dana lebih untuk menyewa gudang.

Sebagai informasi saja, sebelumnya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa persoalan gudang tersebut bukan urusan pemerintah

Makian khas jawa yang digunakan Buwas bisa Anda saksikan dalam di bagian akhir video di bawah ini.

Kompas TV Buwas menyindir eks Dirut Bulog yang selama ini melakukan impor beras.


Close Ads X