Didik Rachbini: Indonesia Perlu Tiru Singapura untuk Kembangkan Sektor Jasa - Kompas.com

Didik Rachbini: Indonesia Perlu Tiru Singapura untuk Kembangkan Sektor Jasa

Kompas.com - 27/09/2018, 13:46 WIB
Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengkajian Ekonomi (LP3E), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Didik Rachbini -KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengkajian Ekonomi (LP3E), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Didik Rachbini

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengkajian Ekonomi (LP3E), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Didik Rachbini menilai Indonesia perlu belajar dari Singapura dalam hal pengembangan sektor jasa.

Menurut Didik, Indonesia perlu mengembangkan sektor jasa untuk membantu menambal defisit neraca berjalan (current account deficit/CAD).

"Singapura tidak punya industri kuat kayak Jepang, tapi mata uang mereka kuat terus. Mereka punya sektor jasa yang besar," ujar Didik dalam sebuah diskusi di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Menurut Didik, meskipun Singapura tak mempunyai industri yang kuat, negara itu mengandalkan sektor jasanya untuk menjaga kondisi perekonomiannya. Atas dasar itu Indonesia perlu belajar dari Singapura.

"Indonesia perlu meniru (pengembangan) sektor Jasa Singapura," kata Didik.

Menurut Didik, Indonesia mempunyai potensi besar di sektor jasa. Salah satu yang perlu terus dikembangkan adalah parawisata.

Adapun posisi CAD Indonesia di kuartal II tahun 2018 ini sebesar 8 miliar dollar AS atau 3 persen terhadap PDB.

Sementara pada kuartal sebelumnya, posisi CAD Indonesia sebesar 5,7 miliar dollar AS, sehingga secara kumulatif hingga semester I 2018, defisit transaksi berjalan telah mencapai 13,7 miliar dollar AS.


Close Ads X