Per Agustus, BRI Salurkan KUR Rp 10,3 Triliun di Jawa Timur

Kompas.com - 27/09/2018, 21:05 WIB
Pemberian KUR kepada warga di Lamongan, Jawa Timur, Kamis (27/9/2018) KOMPAS.com/ Putri Syifa NurfadilahPemberian KUR kepada warga di Lamongan, Jawa Timur, Kamis (27/9/2018)

LAMONGAN, KOMPAS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk (Bank BRI) mencatat, hingga Agustus 2018 penyaluran kredit usaha rakyat ( KUR) untuk wilayah Provinsi Jawa Timur tercatat sebesar Rp 10,03 triliun.

Dari jumlah itu, sebesar Rp 463,59 miliar disalurkan di Kabupaten Lamongan.

Khusus untuk sektor pertanian di Provinsi Jawa Timur penyalurannya mencapai Rp 2,43 triliun di mana sebesar Rp 100,59 miliar disalurkan ke Kabupaten Lamongan.

Sementara untuk saluran KUR secara nasional, Bank BRI telah menyalurkan Rp 60,092 triliun. Saluran KUR ini diberikan kepada 2,9 juta orang di seluruh Indonesia.

Salah satu penerima KUR di Jawa Timur ini adalah para petani melon di Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten  Lamongan, Jawa Timur. Para petani ini memanfaatkan KUR untuk mengembangkan lebih besar usaha mereka di bidang budidaya melon Golden Apolo.

Direktur Utama Bank BRI Suprajarto mengatakan, kegiatan ini adalah komitmen Bank BRI untuk memberdayakan ekonomi masyarakat di daerah Jawa Timur, khususnya di Lamongan.

“Melalui pinjaman KUR BRI yang telah diberikan, diharapkan dapat meningkatkan skala usaha sehingga produktivitas meningkat dan memberikan multiplier effect untuk petani melon di Lamongan, kabupaten yang dikenal sebagai sentra melon,” ujar Suprajarto.

Pada kesempatan yang sama, Suprajarto juga menyerahkan secara simbolis KUR BRI dengan total sebesar Rp 300 juta yang diberikan kepada 4 nasabah yang terdiri dari 2 nasabah penerima KUR Ritel masing-masing sebesar Rp 150 juta dan Rp 110 juta, dan 2 nasabah lainnya untuk penerima KUR Mikro sebesar Rp 25 juta dan 15 juta.

Selain itu, ada bantuan CSR diberikan dalam bentuk 1 unit Cultivator Rotating (mesin pengolah tanah) untuk Qomar, dan 1 Hand Cultivator untuk Kelompok Tani Barokah, dan 3 Green House untuk masing-masing kelompok tani yakni kelompok takni Mulya Makmur, Sri Sadono, dan kelompok tani Trubus Subur.

Gayung bersambut, para petani melon yang berada di lokasi untuk menunjukkan rasa terima kasih sekaligus menghibur para tamu yang datang.

“Nek, kuat di lakoni. Nek, rak kuat njaluk BRI,” atau jika diartikan “kalau kuat dijalani jadi petani, kalau tidak kuat minta (dana) ke BRI,” lagu yang dinyanyikan para petani ini diikuti oleh tawa Suprajarto.

Sementara, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno mengungkapkan, pihaknya akan terus mendorong agar petani tidak hanya didukung dalam akses pendanaan, tapi juga dalam hal pemberdayaan dan bantuan fasilitas pendukung usaha petani.

“Sehingga kesinambungan tetap terjaga dan petani di sini bisa sejahtera,” jelas Rini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X