Awasi Peredaran Obat dan Makanan hingga Pelosok, BPOM Gandeng TNI

Kompas.com - 01/10/2018, 10:38 WIB
Obat-obatan ilegal yang ditemukan BPOM RI di sebuah rumah tinggal di kawasan Sukapura, Jakarta Utara, Jumat (21/9/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DObat-obatan ilegal yang ditemukan BPOM RI di sebuah rumah tinggal di kawasan Sukapura, Jakarta Utara, Jumat (21/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) RI melakukan kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia ( TNI).

Kepala BPOM RI Penny K. Lukito mengatakan, kerja sama BPOM RI dan TNI ini sangat strategis untuk mewujudkan sistem pengawasan obat dan makanan dapat mencapai pelosok Nusantara.

Pengawasan obat dan makanan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, karena tidak hanya menyangkut aspek kesehatan, tetapi juga berdampak pada aspek ekonomi, sosial, bahkan ketahanan bangsa. Tantangan pengawasan yang kian kompleks dan cakupan pengawasan yang Iuas, salah satunya bisa diatasi dengan kerja sama yang baik antara BPOM RI dan TNI.

"TNI yang mempunyai jangkauan sampai ke seluruh pelosok negeri, tentu saja merupakan mitra strategis bagi BPOM RI. Hal ini akan sangat membantu pengawasan obat dan makanan yang beredar sampai daerah terpencil yang saat ini baru dapat dilakukan oleh Loka POM di 40 Kabupaten/Kota," ujar Penny dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (30/9/2018).

Baca juga: Kopi Cap Luwak Mudah Terbakar, Begini Penjelasan BPOM

Keahlian TNI dalam bidang intelijen, jumlah personel yang banyak dan tersebar sampai ke pelosok, serta jejaring kerja yang luas, diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan di lapangan, melalui kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi terhadap masyarakat (KIE).

Selain itu,  diharapkan juga TNI bisa melakukan pengawasan di daerah perbatasan atau daerah rawan terhadap perdagangan dan peredaran obat palsu, pangan tanpa izin edar dan lain sebagainya sebagaimana telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman.

"Kami menyadari TNI mempunyai tugas yang sama dengan BPOM RI untuk melindungi bangsa, negara dan masyarakat sehingga sinergi ini tentunya akan membantu tugas BPOM RI dalam mengawal kuaIitas obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat agar terjamin keamanan dan mutunya," ujar Penny.

Beberapa hal yang menjadi poin kerjasama BPOM RI dan TNI antara lain penguatan pengawasan obat dan makanan, peningkatan kompetensi petugas, pertukaran data dan/atau informasi terkait pengawasan obat dan makanan, pembinaan potensi wilayah di bidang obat dan makanan, pemberdayaan masyarakat melalui KIE, optimalisasi peran intelijen dalam rangka pengawasan Obat dan Makanan, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta upaya kerja sama strategis di bidang obat dan makanan.

"Dukungan dari TNI akan sangat membantu tugas pengawasan BPOM untuk mewujudkan kehadiran Negara dalam melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat," imbuh Penny.

Dalam sambutannya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa nota kesepahaman ini mempunyai nilai sangat panting karena kedua belah pihak baik BPOM RI dan TNI dapat saling mendukung agar pelaksanaan pengawasan obat dan makanan dapat berjalan optimal.

“Saya meminta agar para Kepala Staf, baik Darat, Laut, maupun Udara, untuk segera melaksanakan tindak Ianjut dari nota kesepahaman ini," kata Hadi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X