Warga Disarankan Gunakan Pelabuhan Pantoloan untuk Keluar dari Palu - Kompas.com

Warga Disarankan Gunakan Pelabuhan Pantoloan untuk Keluar dari Palu

Kompas.com - 01/10/2018, 18:45 WIB
Kondisi pelabuhan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pasca-gempa dan tsunami yang terjadi Jumat (29/9/2018).SKADRON 5 LANUD HASANUDDIN Kondisi pelabuhan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pasca-gempa dan tsunami yang terjadi Jumat (29/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyarankan, masyarakat yang ingin masuk atau pun ke luar dari Palu, Sulawesi Tengah melalui Pelabuhan Pantoloan.

Sebab, kapasitas Bandara Mutiara Sis Aljufri tak mampu melayani penerbangan secara maksimal pasca-gempa dan tsunami yang melanda Palu.

"Pantoloan sudah difungsikan mengangkut penumpang. Yang paling penting karena ada beberapa penumpang berkumpul di bandara Mutiara, saya imbau karena kapasitas angkutan udara terbatas paling banyak 3.000 dalam satu hari, padahal kalau di Pantoloan kita mungkin bisa mengangkut sampai 5.000," ujar Budi di kantornya, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Selain mengangkut penumpang, lanjut Budi, penyaluran bantuan logistik juga bisa melalui Pelabuhan Pantoloaan. Kapasitas yang bisa diangkut pun lebih banyak ketimbang jalur udara.

"Perjalanan kapal kapal itu saya sarankan ke pantoloan karena itu relatif lebih banyak ruang dan bahkan ada satu planing yang lebih pasti. kita bisa fungsikan pelabuhan itu sebagai fungsi pelabuhan pengangkutan penumpang dan logistik," ucap dia.

Menurut Budi, pihaknya juga akan menyediakan bus untuk mengangkut masyarakat dari Palu ke Pelabuhan Pantoloan. Adapun jarak dari Palu ke Pelabuhan Pantoloaan, yakni 40 kilometer.

"Saya sarankan untuk memberikan suatu angkutan bus dari (bandara) Mutiara menuju Pantoloan," kata Budi.



Close Ads X