Putin: Trump Harusnya Salahkan Dirinya Sendiri atas Penyebab Lonjakan Harga Minyak

Kompas.com - 04/10/2018, 08:07 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin usai menerima Presiden Finlandia Sauli Niinisto di Sochi, Rabu (22/8/2018). AFP / PAVEL GOLOVKIN / POOLPresiden Rusia Vladimir Putin usai menerima Presiden Finlandia Sauli Niinisto di Sochi, Rabu (22/8/2018).

KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, keresahan Trump terkait lonjakan harga minyak adalah hal yang tepat. Namun, dirinya menambahkan, seharusnya Trump menyalahkan dirinya sendiri atas hal itu.

"Presiden Trump telah mengatakan, dirinya merasa harga minyak terlalu tinggi. Pada beberapa sisi dirinya memang benar, tetapi kami merasa harga minyak di kisaran 65 hingga 75 dollar AS per barel tak masalah untuk memastikan perusahaan minyak berjalan secara efisien, begitu pula investasinya," ujar Putin pada Rabu, (4/10/2018).

"Di sisi lain, harga minyak saat ini juga merupakan dampak dari beberapa kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Saya berbicara mengenai sanksi AS terhadap Iran, mengenai permasalahan-permasalahan politik yang terjadi di Venezuela dan serta apa yang terjadi di Libya," lanjut dia.

Putin pun menambahkan, seharusnya Trump bercermin untuk melihat siapa yang patut dipersalahkan atas harga minyak yang melonjak begitu tinggi belakangan ini.

Komentar Putin muncul sebagai tanggapan selepas Trump mengritisi pihaknya dan OPEC yang sepakat untuk membatasi produksi minyak pada 2016 lalu untuk menjaga harga minyak yag anjlok pada pertengahan 2014 lantaran adanya suplai global yang berlebih.

Arab Saudi dan Rusia pun telah menyanggupi untuk bisa memenuhi kurangnya suplasi minyak dunia lantaran pemangkasan produksi minyak Iran akibat dari sanksi AS yang mulai berlaku efektif pada tanggal 4 November mendatang.

Adapun pada bulan Juni lalu, negara-negara produsen minyak, baik yang tergabung dalam OPEC maupun tidak, telah sepakat untuk kembali mengurangi ambang batas produksi minyak mereka guna meringankan tekanan harga.

Mengenai hal tersebut, Putin melakukan pembelaan dengan mengatakan tujuan dari adanya pebatasan produksi sebagai salah satu upaya untuk menyeimbangkan pasar.

"Adapun pengurangan produksi dan menjaganya tetap rendah, ini hanya alat, ini bukan tujuan kami. Tujuan kami adalah untuk menyeimbangkan pasar, ketika kami bersama rekan-rekan kami dari OPEC setuju untuk memangkas produksi ini adalah apa yang kami bicarakan tentang, memangkas stok yang berlebih, ini bukan tentang pendapatan perusahaan minyak,"katanya.

"Jika pasar tidak seimbang, ada situasi yang mengarah pada pengurangan investasi dan akhirnya ini akan menciptakan defisit di pasar dan harga akan melonjak," lanjut Putin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal THR Pekerja, Ini Kata Dunkin' Donuts

Soal THR Pekerja, Ini Kata Dunkin' Donuts

Whats New
Erick Thohir: BUMN Akan Buka 2.300 Lowongan Magang

Erick Thohir: BUMN Akan Buka 2.300 Lowongan Magang

Work Smart
[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

Whats New
Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Whats New
Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.