Dampak Pelemahan Rupiah terhadap APBN Masih Bisa Dikendalikan

Kompas.com - 04/10/2018, 17:08 WIB
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAKepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan memandang dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS saat ini masih bisa dikendalikan. Kurs tengah dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) per hari Kamis (4/10/2018) menunjukkan nilai tukar rupiah sebesar Rp 15.133 per dollar AS atau merupakan pelemahan terdalam sejak awal tahun 2018.

"Kaitannya dengan anggaran, kami melihat dampaknya memang ada, tetapi dampaknya masih manageable (bisa dikendalikan)," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara saat ditemui di Bank Indonesia, Kamis siang.

Suahasil menjelaskan, dampak dari pelemahan rupiah terhadap APBN ada yang positif dan ada juga yang negatif. Positif dalam arti pendapatan bisa meningkat, dan negatif dari sisi belanja dalam mata uang dollar AS yang nilainya jadi lebih mahal dari biasanya.

Hal positif lainnya adalah ketika melakukan ekspor. Dengan pelemahan rupiah, maka daya saing komoditas ekspor berpotensi lebih tinggi ketimbang ekspor dari negara lain.

Baca juga: Rupiah Sentuh Level Rp 15.187 Per Dollar AS

"Tapi di saat yang sama, impor juga akan semakin melebar. Jika impor semakin melebar, kami sudah paham ada jenis impor bahan baku, barang modal, konsumsi, dan seterusnya," tutur Suahasil.

Meski begitu, Suahasil melihat komposisi impor yang lebih banyak dari bahan baku serta barang modal menandakan industri dalam negeri bertumbuh. Termasuk dalam hal pembangunan infrastruktur yang digenjot beberapa tahun belakangan ini.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X