Venezuela Akan Donasi 10 Juta Dollar AS untuk Bencana Sulteng

Kompas.com - 05/10/2018, 07:27 WIB
Anggota TNI memuat logistik untuk disalurkan ke daerah bencana gempa menggunakan helikopter Mi-17 V-5  Skadron 31/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat Semarang melalui Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018). Pengiriman bantuan logistik melalui jalur udara untuk mempermudah mencapai daerah yang masih terisolir melalui jalur darat. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOAnggota TNI memuat logistik untuk disalurkan ke daerah bencana gempa menggunakan helikopter Mi-17 V-5 Skadron 31/Serbu Pusat Penerbangan Angkatan Darat Semarang melalui Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018). Pengiriman bantuan logistik melalui jalur udara untuk mempermudah mencapai daerah yang masih terisolir melalui jalur darat.

CARACAS, KOMPAS.com - Pemerintah Venezuela mengumumkan pada hari Rabu (3/10/2018) bahwa mereka akan menyumbangkan 10 juta dollar AS kepada korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengonfirmasi hal ini lewat akun Twitternya. Sumbangan untuk korban gempa ini berasal dari dana solidaritas negara tersebut.


"Presiden Nicolas Maduro telah menyetujui donasi sebesar 10 juta dollar AS kepada saudara kami dari Indonesia, yang berasal dari dana solidaritas dan digunakan untuk merawat para korban gempa bumi dahsyat dan tsunami yang menyebabkan ribuan orang tewas dan luka-luka,” jelas Delcy, Jumat (4/10/2018).

Sebagai informasi, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan Venezuela alami inflasi hingga 1.000.000 persen akhir tahun ini. Untuk 1 dollar AS yang saat ini di Indonesia paling mahal menyentuh Rp 15.100, di Venezuela bisa setara lebih dari 6,3 juta bolivar.

Sementara itu, akhir Agustus lalu warga Venezuela berbondong-bondong tinggalkan negara itu karena tidak bisa mendapat akses yang mereka butuhkan utamanya untuk kesehatan.

Sejak tahun 2014, lebih dari 2 juta orang di Venezuela telah meninggalkan negara itu. Mereka melarikan diri dari krisis ekonomi parah karena kekurangan makanan, obat-obatan, dan barang-barang kebutuhan pokok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.