Bukan Akibat Gempa Palu, Ini Penyebab Erupsi Gunung Soputan - Kompas.com

Bukan Akibat Gempa Palu, Ini Penyebab Erupsi Gunung Soputan

Kompas.com - 05/10/2018, 09:30 WIB
Letusan stromboli Gunung Soputan dengan estimasi ketinggian 400 m dari puncak, terpantau dari Desa Lobu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Rabu (3/10/2018). Letusan stromboli tersebut disertai leleran lava pijar kearah Timur Laut, dengan estimasi jarak luncur 2500 m serta kolom letusan setinggi 2000-3000 m dari puncak. ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO Letusan stromboli Gunung Soputan dengan estimasi ketinggian 400 m dari puncak, terpantau dari Desa Lobu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Rabu (3/10/2018). Letusan stromboli tersebut disertai leleran lava pijar kearah Timur Laut, dengan estimasi jarak luncur 2500 m serta kolom letusan setinggi 2000-3000 m dari puncak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Soputan di Sulawesi Utara bukan akibat gempa bumi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar mengatakan, peningkatan aktivitas Gunung Soputan telah terjadi jauh sebelum gempa bumi di Palu terjadi baru-baru ini.

“Hasil analisis data Badan Geologi menyimpulkan bahwa erupsi yang terjadi di Gunung Soputan bukan diakibatkan oleh Gempa Palu melainkan karena intrusi magmatik di dalam Gunung Soputan sendiri," ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Jumat (5/10/2018).

Rudy menjelaskan, intrusi magmatik di dalam Gunung Soputan telah berlangsung sejak lama. Dimetahui, Gempa Palu terjadi pada 28 September 2018. Sementara itu kegempaan Gunung Soputan sudah mulai meningkat sejak Juli 2018.

Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma ke permukaan sudah terjadi beberapa bulan sebelum terjadinya Gempa Palu. Magma Gunung Soputan telah bergerak menuju ke arah erupsi sebelum Gempa Palu terjadi.

Analisis juga menemukan, sumber magmatisme Gunung Soputan berasal dari pergerakan subduksi Lempeng Laut Maluku yang mengarah ke Barat dan berbeda dengan sumber Gempa Palu yang adalah sesar geser Palu-Koro.

Selain itu, terdapat 9 gunung api aktif yang ada di Sulawesi, berurutan dari yang terdekat hingga terjauh dari sumber gempa Palu, yaitu Gunung Colo, Gunung Ambang, Gunung Soputan, Gunung Mahawu, Gunung Lokon, Gunung Tangkoko, Gunung Ruang, Gunung Karangetang dan Gunung Awu.

"Dari kesembilan gunung api aktif ini hanya Gunung Soputan yang mengalami erupsi. Sementara 8 gunung api lainnya belum mengalami erupsi," kata Rudy.

Selain itu, ada kemungkinan magma yang berada di dalam tubuh gunung api dapat terganggu oleh gempa tektonik berupa pertumbuhan gelembung gas, dorongan gas untuk naik ke permukaan, maupun guncangan dapur magma. Statistika gunungapi di dunia mengatakan ada sekitar 0,4 persen erupsi yang didahului oleh Gempa Tektonik Besar seperti Gempa Palu.

"Namun, hingga saat ini belum ada data maupun pembuktian secara ilmiah yang mengindikasikan bahwa Gempa Palu memicu terjadinya erupsi Gunung Soputan," kata Rudy.

Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, meletus pada Rabu (3/10/2018 pukul 08.47 WITA.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Pos Pengamatan Gunung Soputan, tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 4.000 meter di atas puncak kawah atau 5.809 meter di atas permukaan laut.

Saat ini, Gunung Soputan berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diimbau agar tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari puncak Gunung Soputan.


Close Ads X