Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kembangkan Teknologi dalam Bisnisnya, AirAsia Gandeng Google Cloud

Kompas.com - 11/10/2018, 08:43 WIB
Putri Syifa Nurfadilah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

LONDON, KOMPAS.com - AirAsia bekerja sama dengan Google Cloud untuk mengintegrasikan teknologi mesin pembelajaran (machine learning) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang dimasukkan ke dalam semua lini bisnis AirAsia.

CEO Grup AirAsia Tony Fernandes mengatakan, AirAsia telah mengadopsi teknologi digital sejak perusahaan didirikan di tahun 2001.

"Sekarang kami berada dalam fase lanjutan untuk mengembangkan bisnis perusahaan menjadi lebih dari sekedar perusahaan transportasi yaitu dengan mendigitalisasi operasional dan proses sehingga menjadi lebih efisien," imbuh Tony dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (11/10/2018).

Tony menjelaskan, Google Cloud memungkinkan AirAsia memaksimalkan penggunaan data yang dimiliki untuk membuka kesempatan baru dan memungkinkan perusahaan untuk membangun unit bisnis baru.

"Kami membangun dua platform utama, yaitu airasia.com yang akan menjadi platform berbasis teknologi untuk memesan segala produk perjalanan mulai dari tiket penerbangan, akomodasi, tur, transportasi darat hingga hiburan. Kemudian, BigLife yakni portal gaya hidup yang menggabungkan fitur-fitur seperti yang terdapat pada Kayak, TripAdvisor, Groupon dan eBay dalam satu situs," jelas Tony.

Dia menambahkan, BigLife akan mengintegrasikan seluruh fitur digital yang dibangun oleh unit bisnis digital perusahaan seperti RedBeat Ventures, BigPay, fitur ROKKI, Ourshop, layanan logistik RedBox dan RedCargo.

“Proses transformasi AirAsia sudah dimulai sebelumnya dengan penggunaan G Suite yang telah mengubah cara kerja organisasinya,” ujar CEO Google Cloud Diane Greene.

Ditambah, saat ini dengan penggunaan platform layanan analitis dan mesin pembelajaran mutakhir Google Cloud, AirAsia akan dapat mendigitalisasi semua lini bisnisnya.

AirAsia bekerja sama dengan Google Cloud untuk menjawab tantangan bisnis yang memiliki dampak besar, antara lain, membangun sistem prediksi permintaan yang lebih baik dan pemasaran yang lebih tepat sasaran. Serta meningkatkan pengalaman dan loyalitas pelanggan dengan menyediakan layanan yang lebih personal.

Selanjutnya memaksimalkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko melalui sistem prediksi perawatan pesawat yang lebih baik, ramalan cuaca secara real-time dan optimalisasi penugasan awak pesawat dan awak kabin.

Tim teknis AirAsia akan berkolaborasi dengan tim dari Google Cloud untuk merumuskan solusi dari berbagai skenario permasalahan bisnis serta memperkuat dasar pengetahuan kecerdasan buatan canggih TensorFlow dan Cloud Machine Learning Engine milik Google Cloud.

AirAsia juga akan bekerja sama dengan Google Cloud untuk mendigitalisasi dan mentransformasi cara kerja dan budaya perusahaan dengan memanfaatkan G Suite dan Chrome Enterprise untuk menciptakan lingkungan kerja digital yang lincah, yang memungkinkan data dan analisa untuk dapat diakses kapan pun dibutuhkan guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

BRI Life Fokus Pasarkan Produk Asuransi Tradisional, Unitlink Tinggal 10 Persen

Whats New
Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Dukung Pengembangan Industri Kripto, Upbit Gelar Roadshow Literasi

Whats New
Agar Tak 'Rontok', BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Agar Tak "Rontok", BPR Harus Jalankan Digitalisasi dan Modernisasi

Whats New
Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Emiten Beras, NASI Bidik Pertumbuhan Penjualan 20 Pesen Tahun Ini

Whats New
Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Sri Mulyani Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P soal APBN Pertama Prabowo

Whats New
Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Menhub Sarankan Garuda Siapkan Tambahan Pesawat untuk Penerbangan Haji

Whats New
Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Apindo: Pengusaha dan Serikat Buruh Tolak Program Iuran Tapera

Whats New
Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Orang Kaya Beneran Tidak Mau Belanjakan Uangnya untuk 5 Hal Ini

Spend Smart
Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Apindo Sebut Iuran Tapera Jadi Beban Baru untuk Pengusaha dan Pekerja

Whats New
Emiten Produk Kecantikan VICI Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 46,9 Miliar

Emiten Produk Kecantikan VICI Bakal Bagi Dividen Tunai Rp 46,9 Miliar

Whats New
Apa Itu Iuran Tapera yang Akan Dipotong dari Gaji Pekerja?

Apa Itu Iuran Tapera yang Akan Dipotong dari Gaji Pekerja?

Whats New
Soroti RPP Kesehatan, Asosiasi Protes Rencana Aturan Jarak Iklan Rokok di Baliho

Soroti RPP Kesehatan, Asosiasi Protes Rencana Aturan Jarak Iklan Rokok di Baliho

Whats New
Aturan Impor Berubah-ubah, Pemerintah Dinilai Tidak Konsisten

Aturan Impor Berubah-ubah, Pemerintah Dinilai Tidak Konsisten

Whats New
Promo Tarif LRT Jabodebek Berakhir 31 Mei 2024, KAI Usulkan Skema Tarif Baru

Promo Tarif LRT Jabodebek Berakhir 31 Mei 2024, KAI Usulkan Skema Tarif Baru

Whats New
9 Kota di Asia Pasifik yang Jadi Tujuan Ekspatriat Global, 3 Tetangga RI

9 Kota di Asia Pasifik yang Jadi Tujuan Ekspatriat Global, 3 Tetangga RI

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com