Kompas.com - 11/10/2018, 13:30 WIB
Ilustrasi bursa ThinkstockIlustrasi bursa

JAKARTA, KOMPAS.com —  Indeks Harga Saham Gabung menunjukkan penurunan hingga 1,82 persen atau 106 poin di level 5714,496 pada pukul 12.30 WIB. Diketahui, sejak penutupan pada Rabu (10/10/2018), IHSG menujukkan pelemahannya.

Anjloknya IHSG lantas dikaitkan dengan momentum yang baru terjadi kemarin petang saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengumumkan rencana kenaikan bahan bakar jenis premium. Namun, satu jam setelahnya terkonfirmasi bahwa rencana tersebut batal.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara melihat sedikit korelasi antara batalnya kenaikan harga premium dengan turunnya IHSG.

"Saya lihat IHSG ada koreksi. Yang jelas ini preseden buruk, apalagi (diumumkan) di acara internasional," ujar Bhima kepada Kompas.com, Kamis (11/10/2018).

Bhima memprediksi hal ini juga akan memengaruhi nilai tukar rupiah. Rupiah diperkirakan juga akan menunjukkan pelemahan karena penjualan asing terus terjadi. Dalam setahun terakhir, penjualan asing di pasar modal sudah melepas sekitar Rp 54 triliun.

"Ini akan memperburuk sentimen," kata Bhima.

Sementara itu, dihubungi terpisah, pengamat pasar modal Satrio Utomo mengatakan, anjloknya IHSG tak sepenuhnya akibat batalnya kenaikan harga premium. Kalaupun ada pengaruhnya, hanya sedikit sekali. Koreksi IHSG lebih banyak dipengaruhi saham perbankan yang tak terlalu bagus.

"Ini lebih efek bursa global yang tidak menentu daripada premium," kata Satrio.

Satrio mengatakan, keberadaan premium saat ini sudah semakin jarang. Sehingga jika harganya naik, pengaruhnya cenderung kecil. Meski begitu, saat ini pasar sedang menunggu.

Menurut Satrio, kemungkinan dalam satu atau dua hari berikutnya baru terlihat apakah batalnya kenaikan premium akan mempengaruhi IHSG.

"Sekarang tinggal yang negatif jangka menengah. Saya khawatir kalau tidak ada berita positif dalam jangka pendek, tetap saja IHSG akan jatuh," kata Satrio.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.