Memahami Mekanisme Negara Dapat Pinjaman dari IMF dan Bank Dunia

Kompas.com - 12/10/2018, 07:53 WIB
Suasana saat para kepala negara/pemerintahan negara-negara ASEAN, sekjen ASEAN, direktur pelaksana IMF, presiden Grup Bank Dunia, sekjen PBB mengikuti sesi Family Photos pada ASEAN Leaders Gathering di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). ASEAN Leaders Gathering digelar di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group Tahun 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal/wsj/2018. AFRIADI HIKMALSuasana saat para kepala negara/pemerintahan negara-negara ASEAN, sekjen ASEAN, direktur pelaksana IMF, presiden Grup Bank Dunia, sekjen PBB mengikuti sesi Family Photos pada ASEAN Leaders Gathering di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). ASEAN Leaders Gathering digelar di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group Tahun 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal/wsj/2018.

NUSA DUA, KOMPAS.com - Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali telah berlangsung hingga hari kelima pada Jumat (12/10/2018) ini.

Selama acara tersebut berlangsung, banyak topik yang membahas tentang berbagai masalah dan berdiskusi mencari solusi dari tantangan yang dialami negara-negara di dunia belakangan ini.

Namun, beberapa kalangan masyarakat masih belum terlalu memahami seperti apa persisnya peran dari lembaga seperti IMF atau Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia. Bahkan, sebelumnya ada salah satu aktivis yang menuding Bank Dunia mentransfer uang dalam jumlah besar kepada salah satu orang di Indonesia untuk pembangunan di Papua.

Dilansir dari publikasi resmi Grup Bank Dunia, disebutkan Bank Dunia dan IMF sama-sama diciptakan tahun 1944 saat Konferensi Bretton Woods. Saat itu, keduanya memiliki tujuan menempatkan ekonomi internasional pada pijakan yang kuat setelah berbagai kehancuran akibat Perang Dunia II.

Untuk menjadi anggota Bank Dunia, negara-negara tersebut harus terlebih dahulu bergabung dengan IMF. Hal itu dikarenakan kedua lembaga itu bekerja bersama-sama di berbagai tingkatan untuk membantu negara-negara anggota dan melangkah bersama melalui berbagai inisiatif.

Inisiatif yang dimaksud salah satunya bekerja sama untuk mengurangi beban utang luar negeri dari negara-negara miskin. Indikator negara yang perlu dibantu untuk dikurangi bebannya yaitu mereka yang ada di bawah insiatif Negara Miskin Utang Berat dan Utang Multilateral.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bantuan juga diberikan dalam bentuk kajian atau analisis agar negara-negara berpenghasilan rendah mencapai tujuan pembangunan mereka tanpa menciptakan masalah utang di masa mendatang. IMF dan Bank Dunia juga membantu para anggotanya untuk mengembangkan sistem pajak hingga sektor keuangan yang lebih kuat.

Walaupun sama-sama dalam menunaikan tugasnya, ada perbedaan utama antara IMF dengan Bank Dunia. IMF berperan dalam menyelesaikan masalah ekonomi jangka pendek, sementara Bank Dunia fokus pada rencana jangka panjang yang biasanya berkaitan dengan program pembangunan berkelanjutan.

Maka dari itu, jika ada negara yang mengalami krisis, akan dibantu oleh IMF karena tujuan sementaranya untuk mendukung neraca pembayaran negara dan cadangan internasional sementara sekaligus menyarankan langkah untuk keluar dari masalah tersebut.

Adapun jika Bank Dunia mengucurkan pinjaman atau bantuan, ditujukan bagi negara dengan tingkat ekonomi berkembang atau yang sedang dalam masa transisi. Pinjaman juga tidak diberikan langsung kepada individu, melainkan berdasarkan mekanisme antarnegara yang dilaksanakan oleh lembaga terkait.

Adapun dari semua negara anggota, baik kaya atau miskin, dapat memanfaatkan layanan dan sumber daya IMF. Walaupun begitu, Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan taraf kelas ekonomi menengah tidak lagi memerlukan pinjaman dari IMF, namun masih menerima bantuan dari Bank Dunia untuk pembangunan jangka menengah-panjang.

Hal itu turut ditegaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyebut IMF hanya mengucurkan pinjaman pada negara yang mengalami krisis.

Sementara Indonesia saat ini tidak mengalami krisis, namun juga memang masih ada tantangan yang menerpa seperti pelemahan nilai tukar akibat penguatan dollar AS dan dampak dari perang dagang.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.