Memahami Mekanisme Negara Dapat Pinjaman dari IMF dan Bank Dunia

Kompas.com - 12/10/2018, 07:53 WIB

NUSA DUA, KOMPAS.com - Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali telah berlangsung hingga hari kelima pada Jumat (12/10/2018) ini.

Selama acara tersebut berlangsung, banyak topik yang membahas tentang berbagai masalah dan berdiskusi mencari solusi dari tantangan yang dialami negara-negara di dunia belakangan ini.

Namun, beberapa kalangan masyarakat masih belum terlalu memahami seperti apa persisnya peran dari lembaga seperti IMF atau Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia. Bahkan, sebelumnya ada salah satu aktivis yang menuding Bank Dunia mentransfer uang dalam jumlah besar kepada salah satu orang di Indonesia untuk pembangunan di Papua.

Dilansir dari publikasi resmi Grup Bank Dunia, disebutkan Bank Dunia dan IMF sama-sama diciptakan tahun 1944 saat Konferensi Bretton Woods. Saat itu, keduanya memiliki tujuan menempatkan ekonomi internasional pada pijakan yang kuat setelah berbagai kehancuran akibat Perang Dunia II.

Untuk menjadi anggota Bank Dunia, negara-negara tersebut harus terlebih dahulu bergabung dengan IMF. Hal itu dikarenakan kedua lembaga itu bekerja bersama-sama di berbagai tingkatan untuk membantu negara-negara anggota dan melangkah bersama melalui berbagai inisiatif.

Inisiatif yang dimaksud salah satunya bekerja sama untuk mengurangi beban utang luar negeri dari negara-negara miskin. Indikator negara yang perlu dibantu untuk dikurangi bebannya yaitu mereka yang ada di bawah insiatif Negara Miskin Utang Berat dan Utang Multilateral.

Bantuan juga diberikan dalam bentuk kajian atau analisis agar negara-negara berpenghasilan rendah mencapai tujuan pembangunan mereka tanpa menciptakan masalah utang di masa mendatang. IMF dan Bank Dunia juga membantu para anggotanya untuk mengembangkan sistem pajak hingga sektor keuangan yang lebih kuat.

Walaupun sama-sama dalam menunaikan tugasnya, ada perbedaan utama antara IMF dengan Bank Dunia. IMF berperan dalam menyelesaikan masalah ekonomi jangka pendek, sementara Bank Dunia fokus pada rencana jangka panjang yang biasanya berkaitan dengan program pembangunan berkelanjutan.

Maka dari itu, jika ada negara yang mengalami krisis, akan dibantu oleh IMF karena tujuan sementaranya untuk mendukung neraca pembayaran negara dan cadangan internasional sementara sekaligus menyarankan langkah untuk keluar dari masalah tersebut.

Adapun jika Bank Dunia mengucurkan pinjaman atau bantuan, ditujukan bagi negara dengan tingkat ekonomi berkembang atau yang sedang dalam masa transisi. Pinjaman juga tidak diberikan langsung kepada individu, melainkan berdasarkan mekanisme antarnegara yang dilaksanakan oleh lembaga terkait.

Adapun dari semua negara anggota, baik kaya atau miskin, dapat memanfaatkan layanan dan sumber daya IMF. Walaupun begitu, Indonesia yang saat ini merupakan negara dengan taraf kelas ekonomi menengah tidak lagi memerlukan pinjaman dari IMF, namun masih menerima bantuan dari Bank Dunia untuk pembangunan jangka menengah-panjang.

Hal itu turut ditegaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menyebut IMF hanya mengucurkan pinjaman pada negara yang mengalami krisis.

Sementara Indonesia saat ini tidak mengalami krisis, namun juga memang masih ada tantangan yang menerpa seperti pelemahan nilai tukar akibat penguatan dollar AS dan dampak dari perang dagang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 23 UKM Penyedia Official Merchandise G20 Indonesia

Daftar 23 UKM Penyedia Official Merchandise G20 Indonesia

Whats New
Insurtech Bolttech Akuisisi Mayoritas Saham Broker Axle Asia, Siap Kembangkan Bisnis di Indonesia

Insurtech Bolttech Akuisisi Mayoritas Saham Broker Axle Asia, Siap Kembangkan Bisnis di Indonesia

Whats New
Bos Indomaret Tutup Usia, Alami Kecelakaan Saat Bersepeda Bersama Istri di BSD

Bos Indomaret Tutup Usia, Alami Kecelakaan Saat Bersepeda Bersama Istri di BSD

Whats New
Mentan Setuju BUMN Serap Hasil Panen Petani asal Harganya Tidak Murah

Mentan Setuju BUMN Serap Hasil Panen Petani asal Harganya Tidak Murah

Whats New
Erick Thohir Ajak Produsen Kendaraan Listrik Inggris Bangun Pabrik Mikro Baterai di Indonesia

Erick Thohir Ajak Produsen Kendaraan Listrik Inggris Bangun Pabrik Mikro Baterai di Indonesia

Whats New
Jangan Sampai Ketinggalan, 4 Emiten Grup Astra Bakal Bagikan Dividen Interim

Jangan Sampai Ketinggalan, 4 Emiten Grup Astra Bakal Bagikan Dividen Interim

Earn Smart
Antisipasi Pemadaman Listrik Saat Banjir, PLN Tinggikan 590 Instalasi Gardu

Antisipasi Pemadaman Listrik Saat Banjir, PLN Tinggikan 590 Instalasi Gardu

Whats New
Mentan: Indonesia Siap Hadapi Ancaman Krisis Pangan Dunia

Mentan: Indonesia Siap Hadapi Ancaman Krisis Pangan Dunia

Whats New
Nilai Tukar Rupiah di Pasar Spot Menguat Tipis, di Jisdor Malah Terkoreksi

Nilai Tukar Rupiah di Pasar Spot Menguat Tipis, di Jisdor Malah Terkoreksi

Whats New
Ramai Acara Konser di Jakarta, Konsumsi Listrik PLN Naik 12,03 Persen

Ramai Acara Konser di Jakarta, Konsumsi Listrik PLN Naik 12,03 Persen

Whats New
3 Perusahaan Kerja Sama Asuransi Mobil Pengguna Jasa Sopir 'On-demand' Oper

3 Perusahaan Kerja Sama Asuransi Mobil Pengguna Jasa Sopir "On-demand" Oper

Whats New
Bahlil Akui Gugup Jelaskan ke Mahasiswa Soal Kegelapan Ekonomi Global Ancam Ekonomi RI

Bahlil Akui Gugup Jelaskan ke Mahasiswa Soal Kegelapan Ekonomi Global Ancam Ekonomi RI

Whats New
Ditopang Sektor Teknologi, IHSG Ditutup Menguat Tipis

Ditopang Sektor Teknologi, IHSG Ditutup Menguat Tipis

Whats New
Jamin Stok Beras Aman, Mentan SYL: Kalau Harga Jangan Tanya Kementan...

Jamin Stok Beras Aman, Mentan SYL: Kalau Harga Jangan Tanya Kementan...

Whats New
Bos LPS Beberkan 4 Tantangan Sektor Keuangan yang Harus Diwaspadai RI

Bos LPS Beberkan 4 Tantangan Sektor Keuangan yang Harus Diwaspadai RI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.