Rupiah Kembali Melemah ke Posisi Rp 15.250 Per Dollar AS

Kompas.com - 15/10/2018, 10:53 WIB
Petugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018). Rupiah terus melemah terhadap terhadap dolar AS hingga ke posisi 15.238, atau melemah 20 poin (0,13 persen) dibandingkan Senin (8/10/2018) sore yang masih berada di level Rp 15.218 per dolar AS.
Akbar Nugroho GumayPetugas menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (9/10/2018). Rupiah terus melemah terhadap terhadap dolar AS hingga ke posisi 15.238, atau melemah 20 poin (0,13 persen) dibandingkan Senin (8/10/2018) sore yang masih berada di level Rp 15.218 per dolar AS.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (15/10/2018). Berdasarkan data Bloomberg pukul 10.24 WIB, di pasar spot rupiah terkoreksi 0,35 persen ke level Rp 15.250 per dollar AS.

Sementara pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah melemah 0,03 persen ke Rp 15.246 per dollar AS.

Seperti dikutip dari Kontan.co.id, analis monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan, pelemahan rupiah merupakan imbas dari menguatnya dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia, salah satunya euro.

Hal ini mengingat masih banyak sentimen negatif yang menyeliputi kawasan Eropa, seperti belum selesainya masalah anggaran Pemerintah Italia dan perdebatan soal perjanjian Brexit.

Baca juga: Ketidakpastian Global, Pelemahan Rupiah, dan Bagaimana Menyikapinya

Dollar AS kian kuat semenjak muncul kasus hilangnya jurnalis Washington Post, Jamal Kashoggi. Arab Saudi diduga menjadi dalang atas hilangnya jurnalis tersebut.

Alhasil, baik Arab Saudi maupun AS kini sedang terlibat konflik. Bahkan, Presiden Donald Trump telah memberikan ancaman hukuman bagi Arab Saudi atas kasus tersebut.

Konflik ini menimbulkan kekhawatiran bagi para investor bahwa harga minyak mentah dunia akan kembali melambung. "Kekhawatiran ini juga membuat para investor menghindari aset-aset berisiko seperti rupiah," kata Faisyal.

Lebih lanjut, pelemahan rupiah juga didorong  ekspektasi kembali defisitnya neraca perdagangan Indonesia  bulan September yang akan dirilis siang nanti.

Jika kembali defisit, hal tersebut akan semakin memperberat langkah rupiah mengingat cadangan devisa Indonesia juga terus tergerus, sementara kebutuhan akan dollar AS meningkat.

Menurut Faisyal, besar kemungkinan pelemahan rupiah akan berlanjut hingga penutupan nanti. Rupiah diprediksi akan berada di kisaran Rp 15.200-Rp 15.280 per dollar AS sepanjang hari ini. (Dimas Andi)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Rupiah kembali terkapar ke Rp 15.248 di awal perdagangan hari ini

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X