Kompas.com - 21/10/2018, 18:06 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono saat memberikan paparan tentang kewirausahaan di Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (20/10/2018). Dok. BTNDirektur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono saat memberikan paparan tentang kewirausahaan di Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (20/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendorong generasi milenial untuk menjadi pengusaha properti. Sebab, generasi ini dipandang dapat memberikan inovasi pemasaran produk maupun pembiayaan.

“Kehadiran generasi milenial di industri properti sangat dibutuhkan karena mereka dapat memberikan inovasi yang tepat untuk pengembangan dan pemasaran produk hingga akses pembiayaan," kata Direktur Utama BTN Maryono dalam pernyataannya pada acara Property Entrepreneurship for Millenials Generation di Institut Pertanian Bogor (IPB), Minggu (21/10/2018).

Maryono menjelaskan, edukasi sangat penting dilakukan bagi generasi milenial agar mau terjun menggarap bisnis properti. Pasalnya, prospek investasi properti saat ini sangat menjanjikan. 

Hal ini seiring dengan maraknya pembangunan infrastruktur dan perkembangan transportasi massal yang menjangkau daerah pelosok hingga kota-kota besar di seluruh Indonesia. 

Menurut Maryono, ada delapan alasan mengapa menjadi pengusaha properti menarik yaitu ketersediaan lahan yang terbatas membuat investor memegang kontrol, dan daya juang ketika berinvestasi sangat tinggi.

Selain itu, nilai aset dapat ditingkatkan dengan modal minimum, mendapatkan capital gain dan cashflow, tidak menyita waktu, bank lebih suka  memberikan pinjaman dengan jaminan properti, serta investasi properti menjadi favorit investor besar atau kaya.

Maryono mengungkapkan, ketertarikannya mengajak generasi milenial menjadi pengusaha properti, karena mereka menjadi tulang punggung ekonomi yang menentukan masa depan  Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, Maryono berharap generasi milenial melirik bisnis properti yang ceruknya masih besar dan belum tergarap maksimal. 

Dalam catatan BTN, selisih kebutuhan rumah dengan kapasitas pengembang masih lebar di Indonesia. Adapun kebutuhan rumah masih besar, yakni sebesar 800.000 unit per tahun, sementara kapasitas pembangunan rumah para pengembang hanya sebesar 250.000 hingga 400.000 unit per tahun. 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.