Ekspansi, Grup Rumah Sakit Singapura Investasi Rp 2,25 Triliun di RI

Kompas.com - 24/10/2018, 14:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Grup rumah sakit asal Singapura, Mandaya Medical International Pte Ltd melalui unitnya di Indonesia, Mandaya Hospital Group, menyiapkan investasi sebesar 150 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,25 triliun. Investasi ini untuk mengekspansi bisnis di sejumlah kota di Indonesia.

“Berbeda dengan kelompok usaha rumah sakit lain yang gencar membangun fasilitas kesehatan dasar (primary dan secondary care) yang  tersebar di seluruh kota di Indonesia,  Selaras Holding Group bersama Mandaya Medical International membangun fasilitas kesehatan level lanjutan (advanced care),” kata Edhijanto W Taufik, CEO Selaras Holding Group dalam pernyataannya, Rabu (24/10/2018).

Adapun Mandaya Hospital Group merupakan grup rumah sakit yang didirikan Mandaya Medical International bersama konglomerasi Selaras Group.

Saat ini Mandaya Hospital Group telah memiliki satu rumah sakit, yaitu Mandaya Hospital Karawang dengan 200 unit perawatan dengan fokus di bidang trauma dan jantung. Saat ini, ekspansi telah dilakukan dengan membangun Mandaya Royal Hospital Puri (MRHP) yang berlokasi di sekitar Puri Indah Jakarta Barat, tepatnya di CBD area kompleks perumahan  Metland Cyber Puri.

Kedua perusahaan juga menginvestasikan sekitar Rp 1,1 triliun untuk membangun dan menyiapkan semua peralatan medis mutakhir untuk rumah sakit ini. Pembangunan Mandaya Hospital Puri telah dimulai sejak bulan Agustus 2018 dan direncanakan akan mulai  beroperasi secara bertahap pada awal 2020.

“Kami ingin menjadikan Mandaya Royal Hospital sebagai rumah sakit rujukan di tingkat nasional. Dengan adanya rumah sakit ini, kami berharap masyarakat yang membutuhkan pelayanan berkualitas tidak perlu ke negara lain,” jelas Dr Anastina Tahjoo, MARS, CEO Mandaya Hospital Group.

Adapun investasi untuk peralatan kedokteran di rumah sakit tersebut mencapai sekitar Rp 250 miliar.

Dikutip dari DealStreet Asia, investasi ini merupakan kelanjutan dari keputusan Indonesia untuk membuka sektor rumah sakit umum swasta kepada investor asing. Ini dilakukan untuk mencapai jangkauan layanan kesehatan semesta pada tahun 2019.

Pada tahun 2017, investor asing diperbolehkan mengakusisi maksimal 67 persen saham rumah sakit umum swasta di Indonesia. Adapun untuk investor asal ASEAN diperbolehkan mencapai 70 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.