Ekspor Jasa Profesional Dipandang Perlu Dapat Pajak Nol Persen

Kompas.com - 25/10/2018, 17:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana penghapusan pajak pada ekspor jasa profesional yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Kebijakan ini dipandang berpotensi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Dalam waktu dekat, Kementerian Keuangan berencana merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 70/2010 jo PMK 30/2011 sebagai landasan hukum perluasan pengenaan pajak nol persen di sektor jasa.

Penerapan tarif PPN nol persen saat ini masih terbatas hanya di tiga sektor jasa, termasuk jasa perbaikan dan perawatan barang bergerak, serta jasa konstruksi.

Pemerintah dipandang perlu memperluas penerapan PPN nol persen ke beberapa sektor lainnya seperti jasa informasi dan teknologi, jasa penelitian dan pembangunan, penyewaan peralatan transportasi, jasa pengelolaan transportasi, professional, dan jasa perdagangan.

"Khusus terkait dengan jasa profesional, sektor ini diharapkan dapat berkontribusi langsung terhadap serapan tenaga kerja sehingga ekonomi dapat tumbuh," jelas Pengamat dari Center of Indonesia Tax Analysis (CITA) Yustinus Prastowo dalam pernyataannya, Kamis (25/10/2018).

Prastowo menuturkan, pada umumnya pengenaan PPN 10 persen oleh penyedia jasa dalam negeri berpotensi menimbulkan pajak ganda atas konsumsi jasa tersebut. Sebab, penerima jasa di luar negeri (LN) juga akan membayar PPN sesuai ketentuan domestik masing-masing.

Hal tersebut diakui pelaku usaha sektor jasa, Zamzam Djaelani, Life Science and Healthcare Lead, Deloitte Indonesia. Menurut dia, penghapusan PPN ekspor jasa dapat memberikan keunggulan kompetitif untuk ekspor sektor jasa.

Badan kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menjelaskan saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Indonesia untuk menggenjot ekspor jasa profesional.

"Saya sangat setuju bila ekspor pajak tidak lagi dikenakan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen," jelas Kepala BKF Suahasil Nazara beberapa waktu lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.