WEF Tunjuk Layanan Kereta Api Indonesia Terbaik Keempat se-Asia Pasifik

Kompas.com - 26/10/2018, 16:00 WIB
Suasana di Stasiun Kereta Api Jombang, Jawa Timur, Sabtu (11/8/2018). Kompas.com/Moh. SyafiiSuasana di Stasiun Kereta Api Jombang, Jawa Timur, Sabtu (11/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - World Economic Forum ( WEF) telah mengumumkan 10 besar layanan kereta api terbaik di Asia Pasifik selama 2018. Layanan kereta api Indonesia ( KAI) keluar sebagai nomor empat terbaik dan hanya kalah dari Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.

Layanan KAI berhasil mengungguli layanan kereta dari negara seperti China, Australia, Selandia Baru, Vietnam, Mongolia, dan Thailand.

Kepala Hubungan Masyarakat (Kahumas) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Agus Komarudin merasa bersyukur atas pengakuan dunia terhadap layanan kereta api Indonesia.

"Saya bersyukur karena itu merupakan pengakuan dari pihak luar terkait peningkatan pelayanan transportasi KAI selama ini," kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/10/2018).

Meski begitu, penghargaan dari WEF tersebut tak serta merta membuat PT KAI terlena.

Agus menegaskan bahwa ada atau tidaknya penghargaan tersebut, PT KAI tetap terus meningkatkan pelayanan kepada seluruh pengguna jasa KAI melalui inovasi baru dan layanan berbasis teknologi informasi (TI).

Di sisi lain, Agus mengungkapkan beberapa faktor yang membuat layanan KAI menempati posisi empat sebagai layanan kereta terbaik se-Asia Pasifik.

"Saya kira inovasi dan layanan KAI yang terus kita tingkatkan, mulai dari pembelian tiket kereta api yang bisa dilakukan kapan dan di manapun, keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu khusus untuk kereta api antar kota," sambungnya.

Selain itu, kata Agus, dukungan pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur perkeretaapian nasional juga turut membuat layanan KAI menjadi semakin baik dan berujung pada pertumbuhan volum penumpang dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data milik PT KAI, penumpang kereta api sejak 2013-2017 terus mengalami pertumbuhan. Pada 2013 tercatat jumlah penumpang sebanyak 221.729.333 orang dan selang empat tahun kemudian melonjak hingga 399.344.618 orang.

"Kenaikan volume penumpang rata-rata per tahun selama periode tersebut adalah kurang lebih 12,3 persen," pungkas Agus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X