Kontrak Dagang Senilai Rp 126,7 Triliun Dibukukan di TEI 2018

Kompas.com - 28/10/2018, 21:27 WIB
Gelaran Trade Expo Indonesia 2018 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (24/10/2018). Trade Expo Indonesia merupakan pameran dagang terbesar di Indonesia yang berskala internasional. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAGelaran Trade Expo Indonesia 2018 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (24/10/2018). Trade Expo Indonesia merupakan pameran dagang terbesar di Indonesia yang berskala internasional.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan Trade Expo Indonesia 2018 dimanfaatkan untuk menarik minat importir dalam kegiatan perdagangan antarnegara  oleh Indonesia.

Selama lima hari acara digelar, TEI 2018 membukukan puluhan kontrak dagang antara eksportir Indonesia dengan importir berbagai negara senilai 8,45 miliar dollar AS atau setara Rp 126,77 triliun.

Kesepakatan dilakukan dalam misi pembelian, yakni kunjungan para buyer atau importir ke Indonesia dalam rangka melakukan kegiatan bisnis. Program misi pembelian difasilitasi oleh perwakilan Indonesia yang berada di luar negeri dan bersinergi dengan pemerintah pusat.

Baca juga: Mendag Optimis Kuliner Indonesia Genjot Transaksi TEI 2018

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, capaian kontrak dagang untuk ekspor tahun ini tumbuh berkali-kali lipat dari target mereka

"Nilai ini meningkat lima kali lipat dari target yang kita tetapkan sebelumnya. Transaksi setelah penghitungan masih terus berjalan dan dipastikan hasilnya akan bertambah,” ujar Enggar dalam keterangan tertulis, Minggu (28/10/2018).

Enggar mengatakan, total nilai transaksi TEI 2018 terdiri dari transaksi investasi sebesar 5,55 miliar dollar AS, transaksi pariwisata sebesar 170,5 juta dollar AS dan transaksi produk dengan total 2,73 miliar dollar AS.

Pada hari pertama, Rabu (24/10/2018), ada 44 penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara importir mancanegara dengan pelaku usaha atau eksportir Indonesia dengan total nilai 4,96 miliar dollar AS.

Penandatanganan MoU hari pertama dilakukan para eksportir Indonesia dengan 33 importir dari 17 negara yaitu Korea Selatan, Australia, Arab Saudi, Belgia, Prancis dan Austria, China, Belanda, Spanyol, Meksiko, Thailand, Chile, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Filipina, dan Brasil.

Baca juga: Di TEI 2018, RI Dapat Kontrak Ekspor 4,96 Miliar Dollar AS

Adapun produk-produk yang diminati antara lain furnitur, makanan dan minuman, makanan laut, investasi di situs teknologi dan industri, alas kaki, bahan kimia, dan rempah-rempah.

Pada hari kedua, Kamis (25/10/2018), misi pembelian memcetak transaksi senilai 131,7 juta dollar AS yang ditandai dengan penandatanganan 18 MoU. Penandatanganan MoU dilakukan dengan importir dari delapan negara, yaitu Amerika Serikat, Belgia, Hongkong, Inggris, Italia, Jerman, Mesir, dan Spanyol.

Produk yang diminati antara lain kopi (green bean), keramik, plastik, rempah-rempah, gula kelapa, buah segar, buah segar, ban, minyak esensial, sabun, noodle soap, gliserin, kacang mete, etanol, furnitur dan kerajinan tangan, plastic lembaran akrilik, makanan olahan, popok, dan benang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X