Bagaimana Hasil Pemeriksaan Boeing 737 Max 8 oleh Kemenhub?

Kompas.com - 12/11/2018, 19:43 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca insiden jatuhnya pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8, Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) telah melakukan pemeriksaan khusus terhadap seluruh pesawat jenis tersebut. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti bahwa hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya terhadap seluruh pesawat jenis Boeing 737 Max 8 dinyatakan bagus.

"Hasilnya semua bagus," kata Polana saat jumpa pers di Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).

Sayangnya, dia tidak menjelaskan lebih rinci perihal hasil pemeriksaan itu. Polana hanya mengungkapkan, saat ini ada dua maskapai penerbangan di Indonesia yang menggunakan pesawat jenis ini yakni Lion Air dan Garuda Indonesia yang totalnya ada 11 unit.

"Semua sudah diperiksa oleh inspektorat kami, yakni meliputi pelaksanaan trouble shooting, kesesuaian prosedur, perlangkapan peralatan, aspek kelayakan, dan lain-lain," jelas Polana.

Polana juga menyampaikan, spesial audit juga telah selesai dilaksanakan pihaknya kepada Lion Air dari 30 Oktober 2018 sampai 2 November 2018 kemarin.

"Audit telah selesai dilakukan," tutur dia.

Sebelumnya, Kasubdit Aeronautika Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Kus Handono mengatakan, audit tersebut meliputi prosedur manual perusahaan, catatan operasional pesawat, wawancara dengan personil kunci terkait pengoperasian pesawat dan mengevalusi fasilitas perawatan itu tidak dapat dipublikasikan ke masyrakat.

"Tujuannya untuk memastikan semua ketentuan perawatan dan pengoperasian pesawat tetap terpenuhi. Kalau toh ada temuan-temuan, itu tidak di-publish, tapi untuk internal Kemenhub," ujar Kus Handono di kantornya, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X