China Perluas Larangan Impor Limbah Padat

Kompas.com - 19/11/2018, 16:24 WIB
Limbah elektronik bdStudiosLimbah elektronik

BEIJING, KOMPAS.com - China akan memperluas larangan impor limbah padat, termasuk limbah elektronik. Ini dilakukan hampir 1,5 tahun setelah larangan pertama yang diumumkan membuat keriuhan di negara-negara yang biasa 'membuang' limbah padat ke China.

Diwartakan AFP dari kantor berita Xinhua, Senin (19/11/2018), larangan tersebut akan berlaku efektif mulai 31 Desember 2018 mendatang. Pemerintah China menambahkan larangan dari 24 kategori limbah padat menjadi 32 kategori.

Barang-barang yang ditambahkan ke dalam larangan impor limbah padat antara lain perangkat keras, kapal, bagian-bagian mobil, limbah dan kepingan stainless steel, titanium, dan kayu.

Larangan pertama China terhadap impor limbah padat menciptakan permasalahan dunia. Sebab, China merupakan pasar utama material limbah.

Secara global sejak tahun 1992, 72 persen limbah plastik berakhir di China dan Hong Kong. Ini berdasarkan studi yang dipublikasikan di jurnal Science Advances.

China membeli lebih dari separuh material 'sampah' yang diekspor dari AS pada tahun 2017 lalu. Akan tetapi, proporsinya manurun tajam, sejalan dengan langkah pengaturan pemerintah, yakni memangkas tipe limbah yang bisa dibeli perusahaan China.

Pemerintah China mengatakan, perubahan kebijakan tersebut sejalan dengan upaya menjaga lingkungan. Pemerintah menyiratkan Negeri Tirai Bambu itu tak ingin lagi menjadi tempat sampah dunia.

Ekspor plastik global ke China diproyeksikan anjlok dari 7,4 juta ton pada tahun 2016 menjadi 1,5 juta ton pada tahun 2018. Sementara itu, ekspor kertas diproyeksikan anjlok hampir seperempat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X