Dua Rekomendasi Kemenhub untuk Urai Macet Tol Jakarta-Cikampek

Kompas.com - 28/11/2018, 15:07 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Dirut Jasa Marga Desi Arryani saat menggelar jumpa pers di Bekasi, Selasa (20/11/2018) Kompas.com/YOGA SUKMANAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Dirut Jasa Marga Desi Arryani saat menggelar jumpa pers di Bekasi, Selasa (20/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mengatasi kemacetan di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek), Kementerian Perhubungan memberikan dua rekomendasi kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, rekomendasi yang pertama terkait proyek kereta cepat Jakarta - Bandung dan LRT Jakarta Cikampek. Budi mengatakan, nantinya kedua proyek tersebut akan dilakukan oleh satu kontraktor.

"Kami jadikan satu kontraktor supaya dia alat-alat beratnya tidak bertumpuk di persimpangan Cikunir, dengan itu ruang-ruang jalan yang dibutuhkan akan tetap jalan," ujar dia ketika ditemui awak media di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Namun Budi belum merinci kontraktor yang akan melangsungkan kedua proyek tersebut.

Baca juga: Trans-Jawa Tersambung, Jakarta-Surabaya Bisa 10 Jam?

Adapun rekomendasi kedua adalah pemberlakukan sistem ganjil genap di daerah Tambun. Hal ini dilakukan untuk memperlancar laju kendaraan dari Jakarta ke Bandung.

Menurut Budi, waktu tempuh Jakarta-Bandung dapat mencapai 10 jam dari yang harusnya hanya membutuhkan tiga hingga empat jam. "Oleh karena itu Tambun diberlakukan ganjil genap," tutur dia.

Kemenhub pun akan menyediakan 50 bus untuk membantu masyarakat saat sistem ganjil genap berlangsung

"Jadi dalam satu bus bisa mensubstitusi 50 kendaraan yang mengantre sehingga ruang-ruang itu menjadi terbuka," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X