Utang Kementan Rp 9 Triliun ke Pupuk Indonesia Dibayar Tahun Depan

Kompas.com - 28/11/2018, 21:39 WIB
Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero), Indarto Pamoengkas di Hotel Indonesia Kempinski, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018). MURTI ALI LINGGA/KOMPAS.com Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero), Indarto Pamoengkas di Hotel Indonesia Kempinski, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) baru membayar Rp 8 triliun dari total utang sebesar Rp 17 triliun kepada PT Pupuk Indonesia (Persero).  Hal tersebut merupakan utang untuk subsidi pupuk.

Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia Indarto Pamoengkas mengatakan, sisa utang Kementan sebesar Rp 9 trilliun itu dijanjikan akan dibayar tahun 2019 mendatang.

"(Sisanya) direncanakan dibayar tahun depan. Dengan begitu sudah selesai, cash flow juga semakin baik dan bagus," kata dia di Jakarta, Rabu (28/11/2018)..

Baca juga: Tahun Ini, Pemerintah Bayar Utang Subsidi Pupuk Rp 4 Triliun

Menurut dia, utang berjalan Kementan selalu diselesaikan dan dibayar. Ini berkat kinerja bagian administrasi perusahaannya yang begitu baik dalam menjalankan tugas-tugasnya.

"Jadi relatif bagus penyaluran pupuk dari kami sudah relatif bagus dan penagihan-penagihannya juga cukup lancar," ucapnya.

Utang subsidi pupuk Kementan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu merupakan akumulasi dari kurang bayar sejak 2015 hingga 2017.

Rinciannya yakni utang subsidi pupuk di tahun 2015 sebesar Rp 5,04 triliun, utang subsidi pupuk di tahun 2016 sebesar Rp 2,93 triliun, dan utang subsidi pupuk di tahun 2017 sebesar 1,83 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X