Lion Air: Mungkin Kami Dianggap Perusahaan yang Kampungan Kali Ya...

Kompas.com - 29/11/2018, 12:48 WIB
Presdir Grup Lion Air Edward Sirait saat menggelar konferensi pers di di gedung Lion Air Operation Center, Jalan Marsekal Surya Darma No 44, Selapajang Jaya, Neglasari, Kota Tangerang, Senin (29/10/2018). Kompas.com/Sherly PuspitaPresdir Grup Lion Air Edward Sirait saat menggelar konferensi pers di di gedung Lion Air Operation Center, Jalan Marsekal Surya Darma No 44, Selapajang Jaya, Neglasari, Kota Tangerang, Senin (29/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Direktur Lion Air Grup Edward Sirait mengakui, pihaknya memang belum memiliki simulator pesawat B737 Max 8, jenis pesawat yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 lalu.

Meski demikian, ia memastikan, Lion Air telah melakukan semua ketentuan dan arahan dari Boeing untuk melatih pilot B737 Max 8 menggunakan simulator pesawat B737 Next Generation (NG).

"Enggak mungkin dapat sertifikat pilot Max kalau kami tidak comply," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Edward menyebut, dengan kalkulasi 11 pesawat B737 Max 8 dan setiap pesawat memiliki 8 pilot, Lion Air memilki sekitar 88 pilot yang sudah comply dengan pesawat jenis baru buatan Boeing tersebut.

Tak mungkin, kata dia, sebanyak 88 pilot, termasuk ada pilot asing di dalamnya, mendapatkan sertifikasi pilot B737 Max bila tidak memenuhi aturan yang ada.

Edward juga menambahkan, ada empat orang representasi Boeing di kantor Lion Air. Hal ini menunjukkan adanya pendampingan dalam pengoperasian pesawat dari pebrikan pesawat asal AS itu.

"Mungkin kami dianggap perusahaan kampungan kali ya. Tetapi yang jelas kami punya ada representatif dari Boeing dan sampai sekarang ada di sini. Saya enggak perlu sebut pabrik lain, tetapi itu ada," kata dia.

Sebelumya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyoroti pesawat Lion Air PK-LQP sehari sebelum jatuh. Saat itu pesawat di terbangkan dari Denpasar ke Jakarta.

Sebelum berangkat, saat melakukan pemeriksaan pre-flight, pilot in command (PIC) melakukan diskusi dengan teknisi terkait tindakan perawatan pesawat udara yang telah dilakukan termasuk adanya informasi bahwa sensor Angle of Attack (AoA) yang diganti dan telah diuji.

Pesawat udara berangkat pada malam hari pukul 22.20 WITA. Sesaat sebelum lepas landas (rotation), digital flight data recorder (DFDR) mencatat adanya stick shaker yang aktif hingga berlangsung selama penerbangan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Spend Smart
Bank BJB Kucurkan Kredit untuk BPR Kredit Mandiri Indonesia

Bank BJB Kucurkan Kredit untuk BPR Kredit Mandiri Indonesia

Rilis
Percepat Proses Kredit, Bank Mandiri Hadirkan Aplikasi Mandiri Pintar

Percepat Proses Kredit, Bank Mandiri Hadirkan Aplikasi Mandiri Pintar

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X