Luhut: Tak Ada "Papa Minta Saham" di Proses Divestasi Freeport

Kompas.com - 30/11/2018, 13:54 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui di Gedung Konvensi TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (10/11/2018). KOMPAS.com/Reza JurnalistonMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui di Gedung Konvensi TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (10/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan tidak ada praktik bagi-bagi saham dalam proses divestasi PT Freeport Indonesia.

Menurut Luhut, Pemerintah Provinsi Papua akan mendapat saham sebesar 10 persen di Freeport.

“Enggak ada ‘Papa Minta Saham’ (di proses divestasi Freeport). Strukturnya kita buat mereka enggak bisa kasih ke siapa-siapa,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Luhut mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua telah sepakat mengenai kepemilikan 10 persen saham di Freeport. Atas dasar itu, sudah tidak ada permasalahan lagi dari Pemerintah Provinsi Papua.

Baca juga: Jonan Janji Finalisasi Divestasi Saham Freeport Rampung Akhir 2018

“Pemda (Papua) 10 persen murni, tidak boleh ada perusahaan swasta masuk di sana,” kata Luhut.

Luhut mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan bahwa dalam proses divestasi Freeport tak ada praktik penitipan saham.

“Freeport kemarin kita rapat, semua sudah selesai hanya proses waktu saja. Akhir tahun sudah selesai, Presiden sudah perintahkan tidak ada titip-titipan (saham) di sana,” ucap dia.

Luhut menyampaikan, progres divestasi Freeport tinggal menyisakan masalah teknis lingkungan.

Baca juga: Jokowi Minta Divestasi Saham Freeport Difinalkan

“Jadi tinggal penyelesaian teknis penyelesaian masalah lingkungan karena lingkungan itu dengan KLHK ada. Dari BPKP juga sudah diselesaikan, kewajiban apa yang harus diselseaikan. Dananya sudah ada 4 miliar dollar AS. Jadi soal Freeport enggak ada masalah,” ujar Luhut.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, Presiden Joko Widodo ingin divestasi 51,2 persen saham PT Freeport Indonesia harus benar-benar dinikmati masyarakat Papua, bukan hanya dinikmati pengusaha dan konglomerat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X