Pada 2021, Kementan Optimis Swasembada Bawang Putih - Kompas.com

Pada 2021, Kementan Optimis Swasembada Bawang Putih

Kompas.com - 05/12/2018, 21:55 WIB
Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi saat melakukan program swasembada bawang putih.Dok. Humas Kementrian Pertanian Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi saat melakukan program swasembada bawang putih.
KOMPAS.com – Komitmen Kementerian Pertanian ( Kementan) untuk mewujudkan target swasembada bawang putih pada 2021 mulai membuahkan hasil.
 
Sentra-sentra produksi bawang putih pada periode 90-an yang pernah jaya seperti Temanggung, Tegal, Karanganyar, Malang, Lombok Timur kini bangun dari tidur panjangnya. Tak hanya itu, sentra baru produksi bawang putih pun meluas.
 
“Tak hanya di wilayah Jawa tetapi juga di luar Jawa seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, bahkan sampai ke Papua,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Suwandi di Jakarta, seperti keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (5/12/2018)
 
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang pada tahun 2017 sukses menyelenggarakan program menuju swasembada bawang putihDok. Humas Kementrian Pertanian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang pada tahun 2017 sukses menyelenggarakan program menuju swasembada bawang putih
Suwandi menegaskan, sejak program menuju swasembada bawang putih digulirkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada 2017, telah terjadi peningkatan luas tanam yang signifikan. 
 
Untuk tahun 2018 saja, penanaman bawang putih terus digenjot hingga lebih dari 10.000 hektar (ha) setelah bertahun-tahun tidak beranjak dari kisaran 2000-an hektar setahun.
 
“Artinya, naik 500 persen tanam tahun ini. Tahun 2019 nanti kami akan kejar tanam 18.000 ha untuk mencapai swasembada benih,” tegasnya.
 
Maka dari itu, Suwandi mengatakan, pihaknya akan menaikkan alokasi APBN khusus untuk bawang putih. Tercatat pada APBN 2017, telah dialokasikan anggaran untuk 3.273 ha di 8 kabupaten dan pada 2018 meningkat menjadi 5.949 ha yang tersebar di 79 kabupaten. 

"Tahun depan kami upayakan minimal 10.000 ha lagi dari APBN dan 8.000 ha dari skema wajib tanam guna menggenjot produksi dalam negeri. Tentunya ini akan semakin memantik geliat bawang putih di dalam negeri,” ujarnya. 

Lebih lanjut Suwandi menguraikan wilayah Sumatera yang selama ini tidak terdengar akan pengembangan bawang putih kini mulai bermunculan.

 
Contoh di Aceh Tengah ada di 6 wilayah, yakni Bener Meriah, Gayo Lues, Solok, Agam, Tanah Datar dan Solok Selatan. 
 
Di wilayah Sumatera Utara malah muncul tiga sentra baru potensial yaitu Karo, Simalungun dan Humbang Hasundutan.
 
Sentra baru juga mulai muncul di Merangin, Kerinci, Kepahiang, Rejang Lebong, Muara Enim hingga OKU Selatan. 

"Wilayah gugusan Bali, Nusa Tenggara juga mulai bangkit lagi seperti di Tabanan, Bangli, lombok timur, di NTB, TTS di NTT. Pun dengan Zona Sulawesi di Bantaeng, Enrekang, Sigi, Donggala, Poso, Minahasa dan Minsel,” ungkapnya.

 
Perlu diketahui, sentra baru yang tumbuh dan berkembang umumnya menggunakan varietas lokal, seperti Lumbuh Hijau, Lumbuh Kuning, Lumbu Putih, Sangga Sembalun dan Tawangmangu Baru. 
 
Rata-rata produktivitasnya 8 hingga 15 ton per ha dan bisa di panen setelah berumur 110  sampai 130 hari setelah tanam. 
 
"Kami yakin, dengan melihat dinamika dan perkembangan lapangan, swasembada bawang putih bisa kami raih dan capai pada 2021,” tutup Suwandi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X