Freeport Dukung Inovasi Pemintalan Benang Noken Papua - Kompas.com

Freeport Dukung Inovasi Pemintalan Benang Noken Papua

Kompas.com - 06/12/2018, 13:06 WIB
Seorang pengrajin dari Papua memperagakan penggunaan alat pemintal benang noken. Inovasi alat emintal benang noken ini dipamerkan pada Festival Filantropi Indonesia 2018 beberapa waktu lalu.Dok. PT Freeport Indonesia Seorang pengrajin dari Papua memperagakan penggunaan alat pemintal benang noken. Inovasi alat emintal benang noken ini dipamerkan pada Festival Filantropi Indonesia 2018 beberapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia dalam kegiatan sosialnya mendukung inovasi masyarakat Papua, dalam hal ini adalah kerajinan rajutan noken. PTFI beserta mitranya melakukan pendampingan masyarakat untuk inovasi dalam pengolahan benang serat kayu.

Inovasi ini dilakukan untuk memudahkan produksi noken. Sebab, saat ini banyak perajin memandang serat kayu tak lagi efisien dalam merajut noken.

"Belakangan berkembang tren pembuatan noken yang menggunakan bahan baku benang yang terbuat dari berbagai macam jenis, tidak lagi menggunakan serat kayu atau akar anggrek. Penggunaan serat kayu dianggap tak lagi efisien oleh pengrajin noken karena waktu pengerjaan yang memerlukan waktu yang lama,” ujar Dina Lakupais, pendamping perajin noken binaan PTFI dalam pernyataannya, Rabu (5/12/2018).

Dina mengungkapkan, inovasi yang dihadirkan adalah alat pemintal benang sederhana yang menggunakan dinamo seperti yang digunakan pada mesin jahit.

“Alat pemintal benang ini menjadi inovasi sederhana yang memiliki dampak besar dalam proses pembuatan noken. Cara penggunaan alat pemintal benang ini cukup sederhana sehingga mudah diterapkan serta proses pemintalan benang serat kayu yang lebih singkat sehingga pada gilirannya mampu memotong waktu produksi noken,” sebut Dina.

PTFI bekerjasama dengan Yayasan Nirudaya menyalurkan alat pemintal benang serat kayu untuk digunakan para mama Papua di kampung Utikini Baru, Timika, Papua. Keberadaan mesin pemintal ini memudahkan para ibu perajin dalam kegiatan membuat noken.

Tak hanya menyediakan alat pemintal, PTFI juga membina warga di Kampung Utikini Baru sebagai perajin noken. Sejak Agustus 2018, telah terdapat 13 orang mama Papua yang menerima bantuan berikut pelatihan dari PTFI terkait produksi noken.

Pada 4 Desember 2012 lalu, UNESCO menetapkan noken sebagai Warisan Budaya Indonesia Tak Teraga (intangible heritage) dalam sidang UNESCO yang digelar di Paris, Perancis. Tanggal 4 Desember kemudian diperingati sebagai Hari Noken Nasional.




Close Ads X