Jangan Terlena dengan Penguatan Rupiah... - Kompas.com

Jangan Terlena dengan Penguatan Rupiah...

Kompas.com - 07/12/2018, 19:43 WIB
Ilustrasi rupiah dan dollar ASTHINKSTOCKS Ilustrasi rupiah dan dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengaku, selain rupee India, kurs mata uang rupiah jadi yang terendah dibandingkan dengan negara berkembang lain. Hal ini karena kedua negara mengalami defisit terhadap ekpor barang dan jasa.

“Karena, sebagai negara yang ekspor impor barang dan jasanya defisit, memang pasar bereaksi lebih banyak. Untuk itu, kita jangan terlena dengan adanya penguatan kurs minggu lalu," ujar Mirza di Komplek Gedung Bank Indonesia, Jumat (7/12/2018).

Ditegaskannya, Indonesia harus tetap fokus menyelesaikan persoalan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

“Tetap saja harus menyelasaikan persoalan CAD. Harus terus mendorong peningkatan ekspor, pariwisata, terus bisa mengendalikan impor yang tidak perlu,” papar Mirza.

Namun untuk barang-barang yang perlu impor seperti bahan makanan ia akan tetap menjaga hal tersebut, karena kalau dihentikan harganya akan naik. Mirza juga melihat bahwa adanya penjualan saham di negara maju berdampak hanya sementara kepada negera berkembang.

"Nanti 2019 ekonomi ASt melambat arus modal masuk kembali ke emerging market (negara berkembang). Pada saat ekonomi AS kencang, arus modal kembali ke AS. Jadi, kalau kami lihat rupiah di tahun 2019 lebih stabil dan pasar keuangan juga akan lebih baik," tandasnya.



Close Ads X