Perusahaan "Cleaning Service" Terbesar di Dunia Akan PHK 100.000 Karyawan

Kompas.com - 10/12/2018, 16:43 WIB
PT Indonesia Servant Service (ISS) merupakan perusahaan yang menyediakan jasa cleaning service di Jakarta International School (JIS), Rabu (7/5/2014). KOMPAS.COM/YOHANES DEBRITHO NEONNUBPT Indonesia Servant Service (ISS) merupakan perusahaan yang menyediakan jasa cleaning service di Jakarta International School (JIS), Rabu (7/5/2014).

NEW YORK, KOMPAS.com - Perusahaan layanan kebersihan atau cleaning service terbesar di dunia asal Denmark, ISS A/S berencana memangkas sekira 100.000 orang karyawan. Angka tersebut mencakup seperlima dari jumlah karyawannya di seluruh dunia.

Rencana pengurangan jumlah karyawan tersebut sejalan dengan hengkangnya ISS dari 13 negara yang dianggap kurang memberikan kontribusi laba.

Dikutip dari AFP, Senin (10/12/2018), CEO ISS Jeff Gravenhorst menyatakan, 13 negara yang dimaksud sebagian besar adalah negara-negara berkembang, termasuk di Asia dan Eropa Timur. Pada saat bersamaan, ISS pun membidik peningkatan kerja sama bisnis dengan klien-klien utama, seperti perbankan global.

Baca juga: Penghematan, Nokia Bakal PHK Ribuan Karyawan

Adapun 13 negara tersebut merepresentasikan 12 persen pendapatan grup ISS dan 8 persen dari laba operasional. Dengan demikian, ISS tidak akan lagi beroperasi di Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Brasil, Cile, Israel, Estonia, Republik Ceko, Hungaria, Slovakia, Slovenia, dan Romania.

Pihak ISS menyatakan, setelah meninggalkan 13 negara tersebut, maka jumlah karyawan ISS akan mencapai kira-kira 390.000 orang.

Gravenhorst sendiri mengungkapkan, ISS ingin fokus untuk meraup porsi pasar yang lebih besar dengan nilai 400 miliar dollar AS untuk klien-klien kunci, termasuk korporasi besar. Segmen ini mencakup 46 persen pertumbuhan organik ISS.

Baca juga: Laba Anjlok 79 Persen, Deutsche Bank PHK Karyawan

"ISS mengekspektasikan pertumbuhan organik naik hingga 4-6 persen per tahun dalam jangka menengah dari 1,5-3,5 persen yang ditargetkan pada tahun 2018," tulis pihak ISS dalam pernyataannya.

ISS merupakan salah satu perusahaan terbesar di Eropa. Perusahaan itu mengambil langkah drastis setelah sahamnya merosot sekira 18 persen pada tahun ini.

Langkah yang diambil perseroan ini juga menyusul sejumlah tanda bahwa beberapa analis mulai mempertanyakan prospek ISS. Meskipun sebagian besar analis masih memberikan pandangan positif, namun Goldman menyatakan pada bulan lalu bahwa klien-kliennya mulai melepas saham ISS.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X