Teknologi Pengenalan Wajah Bisa Dimanfaatkan untuk Bisnis Ritel

Kompas.com - 12/12/2018, 22:39 WIB
Noriaki Takamura, Vice President Asia Pacific (APAC) Sales & Business Development RealNetworks dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/12/2018). Dok. RealNetworks IndonesiaNoriaki Takamura, Vice President Asia Pacific (APAC) Sales & Business Development RealNetworks dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi face recognition alias pengenalan wajah tidak hanya dapat digunakan untuk aspek keamanan, namun juga untuk membantu bisnis ritel. Pengenalan wajah secara akurat dapat digunakan di pusat perbelanjaan hingga pengelola gedung untuk memberi rasa aman bagi pengunjung.

RealNetworks Inc, perusahaan teknologi asal AS menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara Asia Pasifik target pemasaran SAFR, perangkat keras pendukung keamanan yang dikembangkan perusahaan.

Noriaki Takamura, Vice President Asia Pacific (APAC) Sales & Business Development RealNetworks menuturkan, SAFR atau Secure, Accurate Facial Recognition dapat digunakan pengelola gedung, pusat perbelanjaan, dan hunian modern.

"Perangkat ini mampu mendeteksi dan mengidentifikasi banyak wajah secara bersamaan, dan mengirimkan hasil analisisnya secara realtime sebagai akses masuk ke area terbatas," kata Takamura dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Baca juga: E-Commerce Bukan Penyebab Lesunya Bisnis Ritel, Ini Alasannya

Ria Tanusendjaja, Senior Director PT RealNetworks Indonesia menuturkan, perangkat buatan RealNetworks yang banyak digunakan di Indonesia adalah RealPlayer dan RealTimes yang biasanya menjadi aplikasi pemutar video dan galeri foto di ponsel maupun laptop.

Adapun perangkat SAFR bersifat fleksibel dan expandable karena bisa dioperasikan menggunakan iOS, Linux, dan Windows. Ia menuturkan, mulai Januari 2019, SAFR juga bisa dioperasikan menggunakan perangkat berbasis Android.

Ia menambahkan, selain bisa membatasi akses masuk orang-orang tidak dikenal ke dalam gedung perkantoran, hunian, dan area privat lainnya, SAFR juga bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak kegiatan pemasaran dan penjualan suatu perusahaan.

"Pemilik ritel premium dan restoran misalnya, bisa merekomendasikan kepada customer suatu produk atau makanan yang terakhir kali dipesannya di toko mereka. Hal ini tentu akan meningkatkan relationship dan mendorong mereka untuk menjadi customer loyal," kata Ria.

Ia menuturkan AFR juga bisa digunakan sebagai alat verifikasi transaksi oleh perusahaan marketplace ketika konsumen melakukan pembelian. Atau digunakan maskapai penerbangan untuk mempermudah dan mempercepat proses check in penumpang di bandara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X