Pembebasan Lahan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 85 Persen

Kompas.com - 14/12/2018, 10:22 WIB
Lokasi proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERALokasi proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyatakan, pembebasan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 85 persen.

"Ada bagian yang sudah clear secara menerus sehingga pelaksana bisa melakukan pembangunan," kata Zulfikri usai konferensi pers akhir tahun 2018 di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Dia mengakui, pengerjaan proyek konsorsium BUMN Indonesia dengan China, yaitu PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) ini cederung lambat.

"KCIC jalan terus walaupun lambat, tetapi ada progresnya," sebutnya.

Baca juga: WIKA Sudah Bebaskan 82 Persen Tanah Proyek Kereta Cepat

Zulfikri juga mengatakan bahwa adanya pekerjaan konstruksi Tol Jakarta-Cikampek layang tidak mengganggu pekerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Tidak ada masalah dari mengatur jadwal pekerjaan tidak terganggu," katanya.

Di sisi lain, kontraktor Kereta Cepat Jakarta-Bandung PT Wijaya Karya ( WIKA) menyebutkan masih ada sisa sekitar 14 persen lahan yang belum terbebaskan yang sebagaian besar terlah berdiri fasilitas sosial.

Untuk itu, pihak kontraktor akan mengejar target agar megaproyek tersebut bisa segera ramping di akhir 2021.

Sebagai informasi, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) merupakan investor dalam proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Sebanyak 60 persen kepemilikan saham KCIC dimiliki oleh konsorsium lokal melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, sedangkan 40 persen sisanya dimiliki oleh konsorsium China, yakni Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Dari kepemilikan konsorsium lokal tersebut, WIKA menguasai saham terbesar yakni 38 persen, kemudian PT Kereta Api Indonesia sebesar 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII sebesar 25 persen dan PT Jasa Marga Tbk sebesar 12 persen.

Nilai investasi megaproyek tersebut sekitar Rp 80 triliun dengan pemenuhan pembiayaan 75 persen atau Rp 60 triliun dari utang melalui China Development Bank. Sedangkan 25 persen sisanya yakni Rp 20 triliun dipenuhi dari ekuitas KCIC.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X