Ada Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali, Penjualan di Toko Krisna Melonjak

Kompas.com - 18/12/2018, 19:53 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas ketika memberikan paparan dampak Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (18/12/2018).Kompas.com/Mutia Fauzia Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas ketika memberikan paparan dampak Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia yang dilaksanakan di Bali pada Oktober lalu dipercaya memberikan dampak positif kepada pelaku usaha di Bali.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, salah satu toko pusat oleh-oleh ternama di Bali, Krisna mengalani peningkatan penujualan hingga 41 persen selama pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia.

Peningkatan penjualan di Krisna, ujar Bambang, memberikan dampak rambatan ke pegiat UKM lantaran produk-produk yang dijual di sana merupakan hasil usaha dari 367 UKM.

"Di Krisna bergantung pada 367 UKM, mereka yang jadi supplier produk, jadi dampaknya bukan hanya ke pemilik (Krisna), tetapi juga ke UKM," ujar Bambang ketika memberikan paparan di acara diskusi Dampak Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Kantor Kementerian PPN/BAPPENAS, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Baca juga: Membeludak, Jumlah Peserta Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali 36.339 Orang

Tak hanya meningkatka penjualan, juga terjadi peningkatan kunjungan sebesar 37 persen di toko Krisna selama pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia.

Bambang menjelaskan, pelaku usaha makanan dan minuman memang menjadi sektor dengan peningkatan pennjualan tertinggi selama even tersebut. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Bappenas, terdapat peningkatan penjualan hingga 19,3 persen untuk sektor usaha makanan dan minuman.

Kemudian disusul akomodasi dengan pertumbuhan penjualan 18,5 persen dan perdagangan 1,8 persen.

Jika diakumulasikan, total pengeluaran yang dilakukan oleh peserta acara mancanegara sebesar 340 miliar, sementara peserta domestik sebesar Rp 241 miliar.

Sebagai catatan, survei lapangan yang dilakukan oleh Bappenas melibatkan 1.927 perserta Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, serta 400 pelaku bisnis di kawasan Bali.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X